jalan rusak di akur

Jalan rusak menuju tiga desa membuat guru malas mengajar.

Kaur, kupasbengkulu.com – Lantaran jalan buruk dan berlumpur sepanjang 12 KM untuk menuju ke desa di Kecamatan Meje Kabupaten Kaur, ‘Oemar Bakrie’ atau guru SD di tiga desa, yakni Desa Tanjung Ganti, Kedataran, dan Penyandingan malas masuk ke sekolah. Kondisi itu tidak hanya kalangan guru honorer, namun juga melanda guru yang telah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Akibat jalan yang buruk inilah, jika hujan para guru yang berasal dari luar Sambat ini banyak alpa. Karena jalan tempuh ketempat mengajar sangatlah sulit. Ditambah lagi banyak lobang-lobang yang besar dijalanan yang digenangi air. Tidak sedikit yang terjatuh jika musim hujan tiba. Bahkan ada yang tidak bisa melanjutkan perjalanan akibat terjatuh hingga pakaiannya kotor,” kata Junaidi warga Sambat, Senin (08/12/2014).

Selain jalan yang buruk daerah ini, kata dia, keterbatasan transportasi menyebabkan biaya keluar daerahnya mereka menuju pusat Kota Bintuhan membutuhkan biaya tinggi. Sebab, salah satu transportasi yang sanggup mengantar jemput penumpang sampai ke tempat tujuan, hanya ojek.

”Biaya untuk ojek saat ini bertambah mahal dibanding sebelumnya, ini karena dampak kenaikan harga BBM bersubsidi,” demikian Junaidi.(mty)