kupasbengkulu.com – Provinsi Bengkulu diketahui memiliki angka kemiskinan yang cukup tinggi. Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu, Sorjum Ahyan, mengatakan salah satu yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan adalah dengan menggalakkan program yang langsung menyentuh rakyat miskin melalui dana APBN serta APBD provinsi dan kabupaten/ kota.

“Angka kemiskinan kita memang masih tinggi. Perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah,” ujar Sorjum, Rabu (06/01/2016).

Dia mengatakan langkah tersebut adalah dengan merealisasikan program infrastruktur dasar seperti pembangunan dan rehab jalan provinsi, jalan sentra produksi, dan jalan usaha tani. Termasuk pembangunan dan rehab irigasi, pengadaan sarana dan prasana pertanian, seperti pangan, perikanan dan peternakan, serta dukungan industri pengolahan dan pemasaran hasil-hasil produksi pertanian dan program-program pemberdayaan masyarakat.

“Ada penurunan angka kemiskinan pada periode Maret 2015 sebesar 0,72 persen atau sebanyak 12 ribu orang. Pada Maret 2015 angka kemiskinan sebanyak 334 ribu orang atau 17,88 persen dan pada September sebanyak 322,8 ribu orang atau 17,16 persen. Ini tentunya sebuah kemajuan yang sangat baik. Kita terus berupaya menurunkan angka kemiskinan,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi, Timbul P. Silitonga membenarkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu tidak pernah bergeser dari angka 17 persen. Ada sedikit penurunan angka kemiskinan pada periode Mei-September 2015 sebesar 0,72 persen.

“Salah satu program pemerintah yang bisa membantu penurunan angka kemiskinan adalah program pemanfaatan lahan pekarangan. Program ini sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,” tandasnya. (val)