lokasi peristiwa pembunuhan di Kaur

lokasi peristiwa pembunuhan di Kaur

Kaur, kupasbengkulu.com – Terkait kasus pembunuhan yang menewaskan warga Desa Sinar Pagi Kecamatan Kaur Selatan Kabupaten Kaur, Buktin (38), Tim Buser Polres Kaur Kamis (13/08/2015) mengamankan tiga pria yakni TW (38), SRY (22), dan MLN (23) yang ketiganya masih keluarga dekat yang diduga ikut andil dalam pembunuhan dan pengeroyokan tersebut.

Sedangkan satu warga AGS (28) masih dalam pencarian Polres Kaur, dan dua saksi yakni JS (40) serta IKS (20) warga Desa Sekunyit. Ketiga warga Desa Sekunyit yang diamankan secara terpisah. Sedangkan dua saksi sudah diperiksa sejak tadi pagi.

(berita terkait: Diduga Dendam Lama Seorang Warga Tewas Dibunuh)

Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto,S.Ik melalui Kanit pidum Bripka Rafiqun menerangkan dugaan sementara ada empat pelaku dan baru tiga pelaku yang diamankan. SRY (22) ditangkap tim buser Polres Kaur di Muara Sambat Kecamatan Kaur Selatan setelah dilakukan pengejaran pukul 03.00 wib, TW (38) diamankan dirumahnya setelah kejadian kisarÀn pukul 10.30 wibsedangkan MLN (23) dipanggil dan datang sendiri ke Polres Kaur pukul 07.00 wib.

“Untuk saat ini kita masih melakukan pemeriksaan dan mendalaminya, serta belum ada yang ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan,” ujar

Kapolres Kaur AKBP Bambang Purwanto,S.Ik melalui Kanit pidum Bripka Rafiqun.

Terpisah korban Buktin (38) telah dimakamkan pihak keluarga pada pukul 10.10 wib pagi tadi. Korban yang pekerjaan sehari-harinya nelayan meninggalkan isteri Faridah (35) dan tiga orang anak yakni Dahlia (13) yang saat ini duduk dibangku SMP kelas VII, Celsi (8) kelas dua SD, Tomas (3).

Menurut keterangan Sukma (29) yang merupakan adik sepupu korban munuturkan jika sebelumnya korban sempat ribut dengan pelaku, dan pada Kamis (12/08/2015) korban dipanggil oleh pelaku untuk keluar rumah. Padahal saat itu korban baru selesai makan. Melihat suasana semakin memanas isteri korban melapor kepada pihak keluarga korban yang rumahnya agak jauh dari rumah korban. Namun saat kembali kerumah korban sudah tersungkur dan bersimbah darah.

“Sebelumnya memang ada keributan dengan pelaku, dan salahnya kakak saya pernah menampar pelaku. Kalau kejadiannya seperti apa kita tidak tahu persis, yang pasti saat itu kakak saya baru saja selesai makan kisaran pukul 09.10 wib, dan terdengar suara orang memanggil namanya, dia keluar rumah masih menggunakan celana pendek dan hanya memakai singlet. Isterinya sempat keluar dan mencegah, setelah itu lari kerumah orang tua korban untuk meminta pertolongan. Namun setelah sampai dirumah kakak saya sudah terkapar didekat pagar samping rumah dengan bersimbah darah,” ungkap Sukma. (mty)