Rekontruksi pembunuhan siswi SMA yang dilakukan Polres Bengkulu Selatan

Rekontruksi pembunuhan siswi SMA yang dilakukan Polres Bengkulu Selatan

KUPASBENGKULU.com, BENGKULU SELATAN – Sangat tragis dan kejam apa yang dilakukan oleh Hs pembunuh Novita Sari seorang siswi SMA Tanjung Sakti, warga Kecamatan Tanjung Sakti, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan ini.

Dari pantauan media kupasbengkulu.com, dalam rekonstruksi pembunuhan Novita Sari oleh tesangka Hs yang dilakukan pihak Polres Bengkulu Selatan Kamis (9/7/2015) sekitar pukul 10.31 WIB di tempat kejadian perkara (TKP) pinggir Sungai Air Manna.

Pada adegan yang ke 9 terlihat tersangka memukul kepala korban pada bagian sebelah kiri dengan sepotong kayu yang membuat korban jatuh tersungkur. Melihat korban masih hidup, pelaku kembali memukul bagian kening kepala korban yang sudah tersungkur tersebut hingga tewas.

Karena suasana masih ramai dan hari masih siang dan terang, lanjut pada adegan yang ke 10, korban yang sudah tak bernyawa lagi itu digotong dan disembunyikan oleh pelaku ke semak-semak. Lalu korban pun ditinggal tersangka pergi makan bakso ke Kota Manna.

Beberapa jam kemudian pelaku kembali ke tempat kejadian, serta duduk di samping korban sambil menunggu malam tiba.

Pada adegan yang ke 13, korban yang disembunyikan di semak-semak itu oleh pelaku diangkat dengan cara dipikul, lalu diletakan di atas sepeda motor Mio dan diangkut ke Sungai Air Manna yang berjarak kurang lebih 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), tepatnya di bawah jembatan Sungai Air Manna dekat cucian Colombo Kelurahan Kayu Kunyit.

Setelah sampai di pinggir sungai, pada adegan yang ke 15 yakni adegan terakhir, oleh tersangka almarhum Novita Sari diletakkan di atas bebatuan lalu diseret dan dihanyutkan ke Sungai Air Manna hingga keesokan harinya korban ditemukan warga terdampar di pinggir Sungai Air Manna Desa Gunung Kembang Kecamatan Manna sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian perkara (TKP).

Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Abdul Muis melalui Kasat Reskrim Iptu Rizqi Akbar mengatakan, rekonstruksi ini perlu dilakukan guna untuk memastikan kebenaran dan cara tersangka menghasbisi nyawa korban. Selanjutnya untuk penyidikan lebih lanjut.

“Dalam rekonstruksi itu kebenaran akan terlihat,” ujar Risqi.(tom)