Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu Sumi Fales, meminta, kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk tidak berbuat malu dalam melakukan pengerjaan jalan yang ada di Kota Bengkulu.

Menurutnya, saat ini pengerjaan proyek jalan tersebut terkesan tidak sesuai, dengan apa yang diharapkan dimana hal ini diperkuat dalam temuan sidak, Senin (18/5/2015), pihak Komisi II DPRD Kota Bengkulu yang diketuai Suimi Fales.

Sehingga hal ini sedikit memalukan untuk pekerjaan jalan di Kota Bengkulu. Hal ini dibandingkanya dengan jalan yang ada di Kabupaten yang ada di Kota Bengkulu.

“Kita jangan mau ketinggalan dengan kabupaten malu kita, kita ini ibu kota Bengkulu, masa jalan seperti itu,” kata Sumi, saat hearing bersama Dinas PU, Selasa (19/5/2015).

Dijelaskannya, dalam temuan tersebut, jalan tersebut memang nampak dikerjakan tetapi setelah masuk kedalam rupanya jalan tersebut sudah layak lewat untu warga. Sehingga hal ini harus dievaluasi oleh Dinas PU kedepannya.

“Seharusnya dalam pembangunan jalan di Kota Bengkulu, harus diutamakan skala prioritas serta kesepakatan bahwa di Kota Bengkulu seharusnya tidak lagi ada jalan tanah ” ucap Suimi Fales.

Suimi Fales menyampaikan, jangan sampai pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Bengkulu mengikuti keinginan pihak kontraktor yang membangun titik jalan di lokasi yang lebih gampang, sementara jalanan yang mengalami kerusakan parah dengan lokasi yang sulit ditinggalkan.

“Seperti hasil sidak kemarin di jalan Salak 3 Kelurahan Panorama Kecamatan Gading Cempaka, seharusnya dibangun yang rusak parah. Ini malah mulai dibangun dari arah jalan Merapi,” ujarnya.

Anggaran untuk pembangunan jalan tahun 2015 dialokasikan cukup besar, ungkap Suimi, sehingga diminta untuk diselesaikan dengan skala prioritas yang menjadi kebutuhan masyarakat, bukan justru melakukan pembangunan secara berulang-ulang di lokasi yang sama dengan tingkat kerusakan yang tidak terlalu parah.

Pada hearing tersebut juga, PLT Kadis PU Nuryansyah, menjelaskan, menyatakan, pihak juga akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan meminta anggota dewan koordinasi dengan mereka apabila melakukan sidak tersebut. Dengan apa yang nantinya menjadi temua tersebut akan menjadi evaluasi bersama.

“Nanti kalau jalan tersebut tidak sesuai dengan tujuan, kita akan usahakan kita akan koral dulu,” kata Nuryansyah.

Selain itu, menanggapi perbaikan seluruhnya tersebut belum dipastikan perbaikan jalan tersebut akan terealisai pada tahun. Karena hal ini masih terbatasnya anggaran terkucur.

“Kalau memang tidak selesai tahun ini kita usahan tahun depan,” tegasnya.(dex)