U

U

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamuddin, mengatakan Pemerintah Daerah selayaknya membuat terobosan dalam bidang ekonomi, terlebih dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata.

“Ini sebenarnya auto correct buat kami sebagai pemerintah. Pertumbuhan ekonomi kita bisa dikatakan relatif normal. Selalu porsi terbesar dari sektor konsumsi, memang tidak salah tapi harusnya porsi investasi menjadi penyumbang tertinggi agar daerah ini bergerak dan tidak selalu mengandalkan APBD dan APBN,” ujar Sultan dalam acara “Forum Komunikasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Regional (Forkom-KEKR) Provinsi Bengkulu”, Rabu (10/06/2015).

Sultan mengatakan dengan kondisi perekonomian seperti saat ini, Bengkulu sejujurnya belum siap dalam menghadapi MEA. Ada kecenderungan kinerja pemerintah daerah yang menurutnya kurang tepat dan harus segera diperbaiki. Hal ini terkait pembagian dana APBD yang diberikan merata ke seluruh kabupaten/ kota.

Menurut Sultan, sudah saatnya pemerintah daerah membuat skala prioritas pembangunan ekonomi, sehingga ada sesuatu yang menonjol dari Provinsi Bengkulu.

“Terobosan harus ada, jangan normatif terus. Sejujurnya saya juga kurang setuju dengan pola pembagian APBD kita. Agar tidak menimbulkan gejolak, semuanya dibagi rata. Kalau kita punya skala prioritas, misal dua tahun saja fokus di pariwisata, saya yakin hasilnya sudah kelihatan,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada stakeholder terkait, untuk mengamati ekonomi Bengkulu dan memberikan rekomendasi hal-hal yang harus dilakukan pemerintah agar ke depan pemerintah membuat kebijakan yang merupakan terobosan.

“Tidak bisa terus begini. Daya beli masyarakat tidak seterusnya baik. Harus ada terobosan yang membuat investasi bergeliat di sini. Salah satunya juga dengan membenahi sistem pemberian izin bagi investor sehingga lebih mudah berinvestasi di Bengkulu,” demikian Sultan. (val)