Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Nadjamudin

Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Nadjamudin

kupasbengkulu.com – Hari pertama masuk kerja pasca cuti bersama Idul Fitri, Wakil Gubernur Bengkulu, Sultan Bachtiar Najamuddin, melakukan sidak ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Rumah Sakit Umum M.Yunus Provinsi Bengkulu.

Sidak ini dilakukan guna memastikan bahwa di hari pertama kerja tidak ada pegawai yang menambah waktu libur.

“Saya keliling memastikan bahwa hari ini tidak ada pegawai yang mengambil libur tambahan karena jadwal liburnya sudah selesai. Tadi ada sedikit yang tidak masuk dengan alasan-alasan tertentu,” ungkap Sultan, Rabu (22/07/2015).

Dalam sidaknya ke PU, Sultan sempat menyampaikan keluhannya terkait kinerja pegawai di instansi tersebut. Dia menyebut sudah banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan perihal infrastruktur, khususnya jalan, yang pengerjaannya belum maksimal.

“Saya tidak mau dengar begitu banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan tentang infrastuktur. Saya sudah ultimatum sekali lagi PU bermain-main dengan anggaran dan pekerjaan tidak tuntas, jangan salahkan kalau saya jatuhkan sanksi,” tegasnya.

Dia berharap anggaran yang ada dapat terserap dengan baik karena investasi di Bengkulu masih minim sehingga sangat berharap memaksimalkan dari APBD maupun APBN.

“Masyarakat kita berharap betul dari anggaran yang ada agar terserap dengan baik. Investasi kita masih minim sekali sehingga harapan satu-satunya dari anggaran yang ada dari APBD dan APBN. Dengan demikian dapat menstabilkan pertumbuhan dan geliat perekonomian di Provinsi Bengkulu,” tambah Sultan.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke RSUD M. Yunus, Sultan menekankan untuk terus memaksimalkan pelayanan publik dan memastikan tidak terjadi gangguan.

Berdasarkan koordinasi dengan Dirut RSUD M. Yunus, saat ini pihaknya sedang menyusun SOP (Standard Operational Procedur) rumah sakit sehingga manajemen dapat dijalankan lebih tepat dan maksimal.

“Saya menekankan pada infrastuktur, kelengkapan, serta pelayanan prima terhadap pasien. Pastikan bahwa public service tidak terganggu, harus standby sehingga jangan sampai dokter tidak ada,” katanya.

“Jangan sampai juga selevel pimpinan, minimal direktur tidak ada di waktu jam kerja sehingga kalau ada sesuatu hal bisa cepat mengambil keputusan. Ke depan setelah SOP selesai pegawai dan pejabat tinggal menjalankannya saja,” demikian Sultan. (val)