Musin Tabot tahun ini dikritik mantan anggota dewan.

Musin Tabot tahun ini dikritik mantan anggota dewan.

Kupasbengkulu, Bengkulu- Mantan Ketua Komisi I DPRD Kota Bengkulu, Wehelmi Ade Tarigan pertanyakan perbedaan sertoran daerah yang seakan diskriminasi. Kemana fungsi anggota dewan?

Keluhan Welhelmi ini dituangkannya dalam akun FB pribadinya, Minggu (18/10) yang meminta agar setoran PAD dipertanyakan, sebab Tabot masuk event rutin tahunan.

Pada Tahun 2010, saat dikelola oleh CV Wedika Jasa miliknya, diakuinya kalau saat itu setoran yang diberikan kedinas Pariwisata Kota senila Rp250 juta. Padahal jelasnya, setiap hari pihaknya selalu diberitakan negatif. Apalagi dekorasi yang dibuatnya sudah maksimal.

Kegiatan Tabot tahun berikutnya dikelola oleh Yayasan Azura, yang menyetor untuk PAD senilai Rp100 jutaan. Itu juga pada tahun berikutnya. Tapi masih sama dengan rincian, jauh dari target.

“Bahkan kegiatan lebih sembraut….tdk tertata….tahun ini penyelenggara kegiatan setor 75 juta ….di kepemimpinan kepala dinas pariwisata bujang h.r….yg jadi pertanyaan nya adalah…..????? Ada apa dgn ini semua????”, tulis Wehelmi yang mengatakan itu semua tergantung Kadisnya.

Seperti gerah, karena merasa tidak ada wartawan yang menelusuri perbedaan setoran daerah ini. Dirinya mempertanyakan mengapa dan kenapa seakan ada diskriminasi dengan CV pengelolaan kegiatan sebelumnya.

“Kemana fungsi dewan kota?”, katanya.

Akibatnya beragam komenpun terlontarkan. Mulai yang mengatakan harus di audit diaudit PAD Tabot . Masa dari Pendapatan 250 juta menurun hingga i 75 Juta. “Yang 175 Juta lagi kemana?”, jelas Ardi Bakrie salah satu pengkomen. Kalau pendapatan sama dengan tahun 2010, seharusnya ada peningkatan, dari Rp250 juta mungkin sekarang sudah kisaran Rp 350 juta.(bb)