jenazs

Jenazah korban saat ditemukan di sekitar obyek wisata Pantai Pasar Bawah

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Rizki (4) Bawah Lima Tahun (Balita) Desa Padang Berangin Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, yang hanyut terbawa derasnya arus drainase (selokan_red), Sabtu (22/11/2014), petang.

Akhirnya ditemukan di tepi obyek wisata Pantai Pasar Bawah Kabupaten Bengkulu Selatan, atau 12 kilo meter dari lokasi kejadian. Korban yang terseret sejak pukul 17.32 WIB hingga pukul 06.02 WIB itu menghilang selama 12,5 jam.

(Baca juga : Terbawa Arus, Balita Bengkulu Selatan Menghilang)

Data terhimpun, jenazah Rizki ditemukan warga Kota Manna, yang hendak mancing ke laut sekitar pukul 06.02 WIB, Minggu (23/11/2014). Saat itu, dua warga itu, tiba di tepi pantai Pasar Bawah tepatnya di belakang kafe Predi.

Kedua warga itu, melihat jenazah seorang anak kecil, yang posisi kedua kakinya menjulang ke atas dengan bersenderkan di batu besar tanpa mengenakan busana. Sementara sebagian tubuh korban, tertimbun pasir, dedaunan dan batu sebesar kepala orang dewasa.

Selain itu, saat ditemukan dibagian kening korban sebelah kanan korbanterdapat luka robek, seebar 3 jari orang dewasa dan luka gores dibagian atas alis mata sebelah kiri.

Terkejut dengan melihat jenazah itu, keduanya sontak dan berteriak meminta bantuan warga sekitar Pantai Pasar Bawah. Dalam hitungan menit warga setempat bergegas membrikan pertolongan terhadap korban.

”Pada saat saya datang belum ada yang berani mengangkatnya. Jenazah itu terbujur kaku, posisi kedua kaki ke arah langit dan tanpa busana, sementara badan hingga kepalanya tertimbun bebatuan dan dedaunan serta pasir pantai,” cerita Suharto (46) warga setempat, kepada jurnalis kupasbengkulu.com.

Ia menceritakan, melihat kondisi jenazah yang sudah kaku, dan sudah membiru itu dirinya langsung mengevakuasi dari timbunan bebatuan, pasir untuk deiangkat ke atas. Setelah berhasil dievakuasi, dirinya pun langsung membawa jenazah ke Masjid Al-Amin Pasar Bawah.

Berselang 15 menit kemudian, pihak Polsek Kota Manna tiba di masjid. Tidak lama kemudian, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

”Warga yang melihat ramai, tapi tidak ada yang berani membantu saya saat mengangkat mayat, itu saya lakukan sendiri,” cerita Suharto yang akrab disapa To atau Bak Can ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkulu Selatan Rohidin Mersyah mengimbau, agar orangtua di Kabupaten Bengkulu Selatan agar bisa memantau anak setiap harinya.

”Kita minta orangtua bisa mengontrol anaknya, dan melarang untuk mandi di air sungai. Hal ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbau Rohidin.

Dibagian lain, Kapolres Bengkulu Selatan, Abdul Muis melalui Kapolsek Kota Manna Hasbi didamping Kanit Reskrim Aiptu. R Ginting membenarkan, adanya penemuan mayat tersebut.(tom)