Kepala BPBD

Kepala BPBD

kupasbengkulu.com – Terkait longsor besar yang “memindahkan” 100 meter kubik tanah ke badan jalan di Kecamatan Taba Penanjung, beberapa waktu yang lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bengkulu Tengah angkat bicara.

Diakui oleh Kepala BPBD wilayah ini, Yanuar Agus, memang beberapa titik di kabupaten ini rawan longsor. Wilayah berbentuk pegunungan, ditambah banyaknya pembangunan dan penggundulan hutan, membuat beberapa titik termasuk kategori rawan.

Bahkan, hasil analisa lapangan oleh tim BPBD setempat, diketahui hampir 40 persen wilayah kabupaten ini masuk dalam kategori tersebut. Berarti, lebih dari 6.362 kilometer persegi wilayah di Bengkulu Tengah yang termasuk kategori rawan bencana.

“Cukup banyak daerah di Bengkulu Tengah ini yang termasuk daerah rawan bencana, bahkan mencapai 40 persen,” jelas Yanuar.

Titik-titik yang dianggap rawan longsor adalah, jalan di desa Lubuk Sini, jalan penghubung Kecamatan Taba Penanjung dan Kabupaten Kepahiang, beberapa titik jalan di Karang Tinggi dan lain-lain. Terkait ini, Yanuar Agus menghimbau untuk sementara agar pengguna jalan lebih berhati-hati. Saat ini, pihaknya mencoba koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk meminimalisir masalah ini.

Selain longsor, masalah lain adalah abrasi di bantaran Sungai Bengkulu dan Air Rindu Hati. Hantaman abrasi ini, lanjut Yanuar, lama kelamaan bisa mencapai daerah pemukiman.
“Untuk itu, warga yang tinggal di bantaran sungai, lebih hati-hati, terutama ancaman abrasi, longsor dan banjir,”pungkasnya. (vai)