Nuraini, 14 tahun mengalami

Nuraini, 14 tahun mengalami psikotik.

Kupasbengkulu.com- Rejang Lebong – Terkadang tetawa geli, adakalanya ia sibuk ngoceh sendiri, Ingin berobat namun tetumbuk biaya pengobatan.

Setidaknya itulah Nuraini (30), warga Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong. Penyakit kejiwaan, Psikotik dialaminya dengan kepasrahan. Dulunya sempat berusaha berobat, namun kondisi ekonomi menghentikannya,

Investigasi report pada Kamis (4/2) melihat langsung keberadaan Nuraini yang saat balitanya terkenal ceria ini. Kini kondisinya sudah sangat mengiris hati. Berat tubuhnya sudah turun drastis baktulang dibalut kulit saja.

Dituturkan Hafsah (60) ibu dari Nuraini, pada tahun 2010 lalu, dirinya mengantar Nuraini ke Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Bengkulu. Namun, karena keterbatasan biaya, akhirnya enam bulan yang lalu, Nuraini dikembalikan ke rumahnya. Keadaan bertambah parah, karena harga obat untuk pengobatan Nuraini sangat mahal.

“Oleh sebab itu, sudah 6 bulan ini, kami tidak membeli obatnya,” kata Hafsah terbatah-batah.

Sementara itu, Sutrimah seorang relawan sosial mengatakan, karena keterbatasan biaya, keluarga Nuraini ditempatkan di sebuah kamar, tanpa properti apapun didalamnya, termasuk kasur. Baik makan, buang air, tidur dan lain-lain dilakukan mereka di kamar itu juga. Keadaan Nuraini dan keluarganya tidak termonitor oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

drai informasi terhimpun, kondisi keluarga Nuraini semakin payah, saat ayahnya meninggalakn mereka. Akhirnya, Ibu Nuraini menggarap kebun coklat atau kakau untuk keperluan keseharian, termasuk pengobatan anaknya ini. Ibu korban sangat berharap ada dermawan yang mau mengulurkan tangan dan memberi bantuan, untuk anak dan keluarganya. (vai)