Pegunungan Bintang — Petugas gabungan terus melakukan penanganan intensif pasca pembunuhan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Aparat kini memfokuskan proses evakuasi korban, pencarian warga yang dilaporkan selamat, serta pengejaran terhadap kelompok pelaku.

Data sementara yang diterima petugas mencatat sebanyak 10 orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Namun jumlah korban masih dimungkinkan bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan sekitar lokasi.

Hasil investigasi awal dan analisis video yang beredar mengarah pada dugaan keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Batalyon Yamue pimpinan Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka.

Kelompok tersebut diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama unsur Forkopimda Kabupaten Boven Digoel terus melakukan koordinasi guna mendukung penyelidikan, pengamanan wilayah, serta percepatan evakuasi korban.

Petugas juga melakukan pendalaman terhadap jaringan kelompok pelaku dan mengumpulkan berbagai petunjuk lapangan untuk kepentingan penegakan hukum.

Meski lokasi kejadian berada di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju lokasi diketahui lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Karena kondisi geografis berat dan berada di kawasan hutan lebat, proses evakuasi dilakukan dengan metode pembukaan jalur atau babat hutan menuju titik lokasi.

Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan untuk mempercepat pencarian dan evakuasi korban.

Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, petugas juga melakukan pencarian dan penyelamatan terhadap korban selamat yang hingga kini dilaporkan masih bersembunyi di kawasan hutan.

Peristiwa pembunuhan terhadap para pendulang emas itu diketahui terjadi sejak 18 Mei 2026 di area hutan lindung lokasi penambangan Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, mengatakan seluruh personel akan memaksimalkan proses evakuasi dan penyelidikan guna memastikan situasi tetap terkendali.

“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal Ramadhani.

Ia mengatakan medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan di lapangan sehingga seluruh personel diminta tetap mengedepankan aspek keselamatan saat bertugas.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” kata Adarma Sinaga.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan wilayah hutan lindung yang tidak memiliki aktivitas resmi dan selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata.

Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan resmi dari aparat.

“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mendukung proses penanganan yang sedang dilakukan petugas di lapangan,” ujar Yusuf Sutejo, Kamis (22/5/2026).

Menurut petugas, kejadian serupa sudah berulang kali terjadi dan memiliki risiko ancaman keselamatan tinggi. Selain berada di kawasan hutan lindung tanpa aktivitas resmi, wilayah tersebut juga kerap menjadi lokasi aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata.