pemilik kendaran roda empat harus menurunkan muatan batu bata karena tak berani mendaki tebing

pemilik kendaran roda empat harus menurunkan muatan batu bata karena tak berani mendaki tebing

kupasbengkulu.com – Ahwandi, Warga Dusun Bajak, Desa Tanjung Raman, Bengkulu Tengah mengatakan bahwa tanjakan curam sebelum desa yang kini bagian tengahnya dalam kondisi rusak parah, telah membuat banyak pemilik kendaraan roda 4 terutama dari luar pedesaan merasa ngeri untuk melanjutkan perjalanan.

“Kalau kami orang desa saling tolong untuk melewati tanjakan ini. Kalau orang dari luar mereka tidak berani” katanya kepada kupasbengkulu.com sabtu (20/9/2014).

Ia juga menambahkan akibat kendaraan dari luar yang tak berani melewati tanjakan. Mereka terpaksa bongkar muatan sebelum tanjakan.

“sering yang bawa perangkan pesta terpaksa stop dibawah, barang diangkut dengan berjalan atau motor untuk sampai desa. Kalau yang beli kursi atau kasur ya mengupah orang untuk mengangkut dari bawah tanjakan sampai ke rumah” katanya menjelaskan.

kupasbengkulu.com mendapati mobil pembawa batu bata yang terpaksa bongkar muatan di bawah tanjakan sebab tak berani melewati jembatan.

Sang sopir mobil, Jon mengatakan ia tak mau ambil resiko jika memaksa melewati tanjakan yang nyaris tegak ini.

“Daripada hancur semua nanti, mending bongkar. Yang mesan nanti jemput di sini” tutupnya sambil terus menurunkan batubata. (qef)