Anak Punk

bengkulu, kupasbengkulu.com – Sejak Pasar Minggu tidak difungsikan maksimal, di lantai dua pasar tersebut tidak terpelihara. Sebagian pedagang yang menghuni lokasi tersebut memilih untuk pindah lokasi berjualan.

Bangunan lantai dua bangunan tersebut pun berubah fungsi, selain dijadikan membuang sampah kini menjadi tempat mangkal belasan anak punk.

Diungkapkan salah satu pedagang pakaian yang masih bertahan di lantai dua tersebut, Dewi, pihaknya sangat resah dengan keberadaan anak punk tersebut.

Karena mayoritas anak punk tersebut diduga membuang kotoran di lantai dua, sehingga mengganggu kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Sudah lama mereka disini, kami juga tidak mau menegur mereka karena percuma, bisa-bisa malah tambah rusuh. Apalagi mereka juga membuang kotoran di sudut-sudut bangunan, tiap hari menghisap lem aibon. Tapi mau bagaimana lagi kami tidak punya tempat lain, sehingga tetap berjualan disini,” keluh Dewi, Kamis (23/10/2014).

Karenanya, Dewi dan pedagang lain yang masih bertahan di lokasi tersebut mengharapkan agar rencana pemerintah untuk merevitalisasi pasar pada tahun 2015 segera terealisasi.(beb)