IStri dan anak Ri pelaku Curas yang tewas saat terjun ke jurang

IStri dan anak Ri pelaku Curas yang tewas saat terjun ke jurang

Curup, kupasbengkulu.com – Pasca kejadian tewasnya seorang terduga pelaku Curas lembak, berinisial Ri (27) warga Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Rejang Lebong, warga dan keluarga korban menuntut pihak kepolisian bertanggung jawab.

(baca juga: Diwarnai Aksi Kejar-Kejaran, Satu Perampok Tewas)

Salah satu paman kandung korban, Mada (40), meminta kepolisian menyantuni istri dan anak korban. Hal ini disampaikannya langsung pada kupasbengkulu.com, Senin (27/10/2014)

Menurutnya, hal ini merupakan bentuk tanggung jawab polisi atas kematian Ri, sehingga membuat istrinya menjadi janda dan anaknya menjadi yatim. Ia juga mengharap agar kedepannya, pihak kepolisian tidak mengambil langkah sembrono dengan menembak terduga pelaku.

“Harapan kita, polisi bisa bertanggung jawab dengan cara menyantuni anak dan istri korban,”ungkap Mada.

Jenazah korban, terang Mada, sudah dikuburkan pada Minggu (26/10/2014) di Tempat Penguburan Umum (TPU) desa setempat. Ia mengakui, saat prosesi pemandian jenazah hingga penguburan, situasi di desa Simpang Beliti bisa terkendali.

Sementara itu, plt Kepala Desa Simpang Beliti, Endang ketika dikonfirmasi mendukung jalan yang dipilih keluarga korban. Ia menuntut kepolisian mendengar tuntutan tersebut dan segera merealisasiya.

“Menurut saya, polisi harus benar menyantuni keluarga yang ditinggalkan,”tegas Endang.

Korban Ri, meninggal dalam kejadian kejar-kejaran polisi dengan terduga pelaku tersebut. Ri yang sebelumnya diduga akan melaksanakan aksinya di wilayah Lembak kemudian dikejar oleh anggota polisi.

Selanjutnya, kejar-kejaran terhenti di Taba Padang, Kecamatan Sindang kelingi. Ri melompat kedalam jurang, setelah dikepung oleh anggota kepolisian.

Beberapa jam kemudian, jenazah Ri ditemukan warga dalam kondisi penuh luka. Data terhimpun, Ri tersangkut pada batang bambu hingga tidak bisa bergerak. (vai)