Lebong, kupasbengkulu.com – Menjelang akhir tahun 2014 ini banyak bangunan infrastruktur di kabupaten Lebong dikebut pekerjaannya untuk mencapai target. Hal tersebut lumrah terjadi, agar pihak kontraktur maupun pemerintah kabupaten tidak ada yang dirugikan akibat tidak selesainya proyek tersebut.

Namun, pekerjaan kejar tayang tersebut diharapkan tidak asal-asalan sehingga menyebabkan bangunan yang dihasilkan tidak mementingkan aspek keindahan dari bangunan tersebut. Seperti yang disampaikan anggota DPRD Lebong, M. Gunadi Mursalin.

“Pembangunan di Lebong ini seperti menggunakan jasa kontraktor yang asal-asalan. Dari semua proyek yang ada, hanya 50 persen pekerjaannya yang rapi, malah proyek dengan skala besar pekerjaannya asal-asalan. Kita kan punya program Lebong Bersolek, kalau seperti ini jadi ‘Menor’,” kata Gunadi.

Untuk itu, Gunadi menghimbau kepada pemerintah untuk lebih selektif dalam menggunakan jasa kontraktor. Harus banyak aspek yang diambil dalam melakukan pembangunan supaya kesan asal-asalan dapat terhindari.

“Tahun 2015 mendatang saya minta pemerintah untuk lebih ketat lagi menggunakan jasa kontraktor. Sekarang ini banyak kontraktor yang hanya menghabiskan volume. Jadi yang perlu diperhatikan itu dari segi volume habis, rapi dan keindahan juga dinilai,” demikian Gunadi.(spi)