Illustrasi Jalan Rusak

Bengkulu Tengah, kupasbengkulu.com – Jalan lintas untuk masuk ke pedalaman Bengkulu Tengah (Benteng) yang melewati Desa Kembang Ayun saat ini semakin memprihatinkan. Terlebih disaat hujan seperti saat ini, jalan semakin sulit dilalui. Padahal, tak hanya masyarakat atau penduduk di sana saja yang menggunakan jalan tersebut, para pegawai yang bertugas dipedalaman Benteng dan menggunakan jalan tersebut juga mengalami kesulitan, bahkan tak jarang sampai mengurungkan niatnya dan kembali pulang kerumah.

Salah seorang pengguna jalan, Suhadi yang sehari-harinya menjual barang kelontongan ke arah pedalaman, menuturkan bahwa kondisi jalan yang dilalui semakin sulit disaat msim hujan, karena lumpur tak jarang sampai ke lutut orang dewasa, sehingga mengakibatkan kendaraan seringkali mengalami hambatan bahkan tak bisa melalui jalan. Yang lebih parahnya lagi akibat jalan yang berlumpur, warga harus putar balik mengambil jalan lain yang tentunya jarak menjadi lebih panjang, seperti dari arah simpang Lubuk Sini.

“Dengan keadaan ini kami berharap pemerintah dapat segera memperbaiki jalan karena ribuan orang mengantungkan dengan jalan yang sudah rusak parah.”Kami minta perhatian pemerintah ntuk memperbaiki jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ujar Suhadi.

Sementara itu, Kades Kembang Ayun, Pakulna mengakui bahwa kondisi infrastruktur masih menjadi kendalan serius yang dialami masyarakatnya, padahal bukan hanya warganya saja, namun warga dari desa lain juga menggunakan jalan lintas.

Kalau sudah semakin parah kerusakannya, maka akan dapat menghambat berbagai aktifitas, seperti pegawai atau guru yang jarang masuk hingga usaha lainnya yang harus terhenti dan tidak beroperasi karena kondisi infrastruktur yang kurang memadai.

Diharapkan, untuk tahun depan, supaya pemerintah dapat memikirkan kepentingan masyarakat akan jalan yang menjadi jalan alternatif untuk menuju ke pedalaman Benteng dengan jarak dan waktu temph yang relatif singkat seperti dijalan yang melalui desa.”Masyarakat biasa dan juga pegawai pemerintah yang bertugas di pedalaman menjadikan jalan sebagai akses utama, namun saat ini kondisinya juga sangat buruk apalagi di msim hujan,” demikian Pakulna. (adk)