KUPASBENGKULU.com, REJANG LEBONG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rejang Lebong mengeluhkan pembagian kartu ucapan hari raya Idul Fitri. Informasi terhimpun, setiap anggota dewan mendapatkan sebanyak 50 lembar kartu ucapan.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota dewan, Irawan Effendi, setahu dia untuk pembelian satu lembar kartu ucapan tersebut adalah senilai Rp 22.000. Dengan demikian, estimasi dana untuk pengadaan kartu tersebut adalah Rp 1.110.000.

Bila seluruh anggota dewan mendapatkan 50 lembar, berarti ada 1.500 lembar untuk seluruh anggota dewan yang menggunakan dana kemungkinan berkisar Rp 33.000.000.

Sayangnya, lanjut Irawan, setelah ia mendapat kartu lebaran dari pengadaan tersebut, justru merasakan ada kejanggalan. Pertama, kartu tersebut menggunakan kertas HVS biasa dan di print dengan menggunakan tinta warna emas.

Menurut Irawan, dengan kualitas kertas tersebut, seharusnya dana yang digunakan tidak sampai Rp 22 ribu per lembar. Oleh karena itu, ia merasa hasil tersebut tidak sesuai dengan dana yang digunakan.

“Saya sudah mengembalikan, begitu juga rekan-rekan di komisi I dan komisi III yang sudah jelas menolak, dan mengembalikannya,” ungkap Irawan.

Irawan menambahkan, bahwa pihak sekretariat DPRD Rejang Lebong harus benar-benar profesional dalam bekerja. Terutama dalam penggunaan anggaran. Seharusnya, hasil pengadaan harus sesuai dengan pagu anggaran.

“Kita malu, karena selalu mengkritisi pihak lain agar menggunakan anggaran dengan benar dan tidak disalah gunakan, namun buktinya di dalam kita malah seperti ini,” pungkas Irawan.(vai)