Bazaae Murah

KUPASBENGKULU.com, KOTA BENGKULU – Menjelang hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah mendatang Pemerintah Kota (pemkot) Bengkulu menggelar pasar murah rakyat yang bertempat di depan rumah sakit kota pada hari ini, Rabu (08/07/2015). Kegiatan bazaar dan pasar murah rakyat tersebut akan diselenggarakan selama 5 hari mulai dari tanggal 8-12 Juni mendatang.

Menurut Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Bengkulu Mukhlis saat dikonfrimasi kupasbengkulu.com hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bengkulu. Pihaknya telah menyediakan beragam bahan makanan pokok dengan harga yang miring dibanding harga pasaran antara Rp 3 ribu dibandingkan dengan harga di luar.

Jumlah paket 1.200 paket sembako didistribusikan kepada 19 koperasi pada 9 kecamatan se-Kota Bengkulu, selain itu sembako yang dibagikan dalam satu paketnya yakni 1 kilogram (Kg) gula pasir, 1 Kg tepung terigu, 1 liter minyak goreng, 1 botol sirup dan 1,5 kg Beras lokal Kota Bengkulu.

“Dalam satu paketnya senilai Rp 60 ribu dijual dengan Harga Rp. 20 ribu, ini merupakan subsidi Pemerintah Daerah melalaui pasar murah,” kata Mukhlis selaku Ketua Panitia Basar Murah.

Sementara itu, Yessi salah satu pengunjung pasar murah tersebut mengakui, bahwa pasar murah yang diadakan Pemkot cukup membantu kebutuhannya selain dirinya bisa memborong dengan harga yang lebih murah dibanding harga pasar, juga bisa lebih hemat biaya.

“Saya membeli 2 botol sirup, 2 Kg gula pasir, blueband, dan beberapa kue kemasan, tapi membelinya dibatasi hanya 2 kg saja, kalau dari segi harga murah seribu sampai 2 ribu dari harga pasar, seperti gula kalau di pasar Rp 12 ribu 2 ratus, kalau disini harganya cuma Rp 11 ribu,” ungkap Yessi.

Selain itu, Kepala bina usaha perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bengkulu, Rahmansyah mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan retail seperti PT Indomarco, Indofood dan lain-lainnya. Sedangkan untuk pada tanggal 14 nanti Dinas Peternakan Kota Bengkulu akan memberikan pasokan daging untuk masyarakat.

“Jadi tujuannya sebagai pengendalian harga, dan dalam pembeliannya secara bebas asal mengantri saja, karena tidak menggunakan kupon dan sebagainya, sedangkan maksimal pembelian dibatasi 2 kg,” beber Rahmansyah.(dex)