kupasbengkulu.com – Meski diduga telah melebihi kapasitas (overload), Direktur Utama Rumah Sakit M. Yunus (Dirut RSMY) Bengkulu, Supardi, mengaku tak akan melakukan pemangkasan pegawai. Namun dirinya bersama direksi yang baru akan menganalisis dan memaksimalkan seluruh pegawai yang ada agar dapat bekerja dengan optimal.

“Isunya memang overload. Kami direksi yang baru coba mengkaji dan menganalisa lagi dengan menghubungkan penempatan SDM (Sumber Daya Manusia-red) dengan latar belakang kepegawaiannya,” ujar Supardi, Rabu (22/07/2015).

Supardi mengatakan saat ini pegawai RSMY sudah mencapai 1.200 orang, dengan sekitar 1.000 PNS dan 200 honorer. Dikhawatirkan yang terjadi selama ini bukanlah kelebihan pegawai, namun penempatan pegawai yang belum sesuai dengan post unit pelayanan di RSMY.

“Mudah-mudahan tidak ada pemberhentian pegawai dan saya juga tidak ingin melakukannya karena saya ingin memaksimalkan pelayanan di RSMY. Honorer pun kalau perlu kita latih sehingga tidak perlu sampai ada PHK (Pemutusan Hubungan Kerja-red),” jelasnya.

Dia menilai sejauh ini RSMY masih memiliki banyak kekurangan yang sedikit demi sedikit coba diperbaiki. Dengan Standard Operational Procedurw (SOP) yang sedang diselesaikan diharapkan mampu membuat manajemen RSMY semakin baik.

“Kami akui RSMY masih banyak kekurangan dari berbagai lini. Tentunya kita terus perbaiki, dengan SOP yang sedang coba kita selesaikan berharap alur pekerjaan pegawai nantinya akan semakin jelas,” demikian Supardi. (val)