kupasbengkulu.com, Lebong – Pembenahan yang dilakukan oleh direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Tebo Emas (PDAM TTE) drs Sofyan Razik tampaknya harus ditambah dengan bocornya pipa saluran utama distribusi air yang mencapai 60 persen, disamping harus membenahi perilaku pegawai di tubuh PDAM itu sendiri.

Ditambah lagi, dari jumlah aktif pelanggan PDAM se Kabupaten Lebong yang mencapai lebih kurang 7.345 pelanggan, untuk partisipasi pembayaran sejak 2 bulan terakhir ini, cuma 20 persen yang tercapai. Hal ini terbukti dengan angka pembayaran yang diterima, dari target Rp.350 juta perbulan, yang tercapai baru Rp. 116 juta perbulan.

“Sekarang ini kinerja dari pegawai kita (PDAM TTE, red) sudah berangsur membaik. Hanya saja ada beberapa permaslahan yang masih menjadi kendala seperti masalah kebocoran jaringan atau pipa hingga 60 persen yang membuat pendistribusian air sering terganggu,” kata Sofian.

Ditambahkannya, kendala lain di PDAM TTE Lebong yaitu masalah sering dirusaknya Valve air atau Stop cran untuk pengatur air pada malam hari yang ada di Sungai Grong. Makanya untuk pendistribusian air diwilayah tersebut sering terjadi kemacetan.

“Tinggal lagi kesadaran partisipasi pelanggan dalam pembayaran. Mengigat, untuk pembayaran gaji pegawai PDAM bukan dari APBD, namun dari pembayaran pelanggan. Sejauh ini tingkat pembayaran ini sendiri masih 20 persen disamping kendala lainnya yang terus kita upayakan untuk melakukan pembenahan,” demikian Sofian.(spi)