Kadis Diknas Bengkulu Tengah, Meizuar

kupasbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Beberapa fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Tengah mendesak Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli untuk segera melakukan pemerataan guru.

Desakan ini disampaikan Fraksi Hanura, Gerindra, PDI P, PKB dan Pembangunan Sejahtera, dalam pendapat akhir Raperda RAPBD Benteng 2016, karena dari pengamatan langsung di lapangan kondisi sekolah yang jauh dari pusat kota sangat memprihatinkan.

Kondisi yang ada sekarang, di daerah pelosok hanya ada beberapa guru saja, sedangkan sekolah yang ada di pinggir jalan lintas kelebihan guru (overload) atau bahkan menumpuk.

“Ini berarti pemerataan guru belum sepenuhnya dilakukan, sebab itu perlu dilakukan evaluasi dan kembali dilakukan pemerataan guru untuk menciptakan keadilan dan kesamaan hak mendapatkan pendidikan yang layak,” jelas Ketua Fraksi Gerindra, Indra Utama, pada pendapat akhir fraksi, Senin (30/11) lalu.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Hanura, Susiana, SH, meminta pemerataan guru dilakukan segera mengingat akhir tahun ini seluruh guru honorer dan GBD dihentikan sementara.

Apalagi dalam edaran Mendagri Pemda tidak diperbolehkan merekrut GBD dan honorer.

“Akhir tahun ini banyak guru honorer dan GBD yang kontraknya habis. Untuk itu pemerataan guru menurut kami mutlak dilakukan,” tegas Susiana.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Meizuar menjelaskan, pihaknya akan melakukan inventarisir kebutuhan guru di masing-masing sekolah. Sehingga saat dilakukan pemerataan guru, kebutuhan setiap sekolah tepat sasaran.

“Kami akan hitung dulu sekolah itu butuh guru apa saja. Nah nanti kami akan cocokkan, sehingga saat dilakukan pemerataan guru, dan tidak lagi menumpuk guru-guru di sekolah tertentu saja,” jelas Meizuar.(adk)