Mahasiswa

kupasbengkulu.com, Kota Bengkulu – Puluhan Aliansi Mahasiswa se-Kota Bengkulu, Senin (21/12/2015) siang mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu untuk menanyakan keberadaan Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan yang selama ini tak nampak di Kota Bengkulu.

Pada pertemuan tersebut, salah satu perwakilan dari Aliansi Mahasiswa Sekota Bengkulu Ferry Vandalis mengingatkan kepada DPRD Kota Bengkulu untuk lebih serius mencari keberadaan Wali Kota Bengkulu. Sehingga kinerja yang dijanjikan Wali Kota Bengkulu tidak sia-sia.

“Kalau memang dia sakit tunjukan surat izin sakitnya dan sakit apakah dia,” kata Ferry.

Sama halnya dengan Meliansori perwakilan dari Puskaki Bengkulu yang kian geram dengan ketidakhadiran Wali Kota Bengkulu yang tak memimpin daerahnya.

“Kalau memang pimpinan tersebut diserahkan ke wakil wali kota, apakah sesuai prosedur atau tidak?, apakah Ibu Patriana tersebut sebagai Plt atau penjabat saja dan itu harus diperjelas? Jadi disini sebagai Wakil Rakyat Dewan harus berperan dan mencari kebenarannya. Di warung kopi saja, orang yang menjual kopi saja menanyakan keberadaan wali kota,” ungkap Melian.

Mendengar hal itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu Yudi Darmawansyah mengatakan bahwa pihaknya telah menerima surat izin wakil wali kota yang dikeluarkan langsung dari Kementerian Dalam Negeri. Dimana surat yang pertama telah diserahkan pada bulan oktober dengan izin selama 45 hari untuk berobat ke India.

Kemudian dilanjutkannya, surat izin ke dua berlanjut di bulan Desember 2015 dan izin tersebut berakhir di tanggal 4 Januari.

“Jadi menurut saya ini sesuai dengan prosedur, jelas izin dari beliau itu ada dan tidak jadi permasalahan,” kata Yudi.

Namun, dari Aliansi Mahasiswa kemudian menganggap surat izin yang telah di foto copy dan dibagikan ke Mahasiswa tersebut tidak dapat diterima dan kurang jelas apa isinya. Pasalnya, dalam surat izin tersebut hanya menyebutkan sakit saja tanpa ada kejelasan sakit apa.

“Kok bisa surat yang ini dikeluarkan, padahal surat izin tersebut tidak jelas di sakit apa dan berobat kemana yang hanya menyebutkan dia sakit dan berobat di India,” tegas Sonny Taurus, perwakilan dari
mahasiswa.

Menanggapi hal itu, DPRD Kota Bengkulu mengajukan solusi dengan langsung mengecek ke Kementerian dalam negeri. Sehingga, kebenaran Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan melakukan berobat bisa di buktikan.

“Kalau memang diperlukan melakukan pengecekan kita akan langsung cek. Kita meminta perwakilan dari Mahasiswa langsung turun mengikuti kita untuk mengetahui kebenarannya,” tegas Yudi.(dex)