Kopral Satu (Koptu) Isnan, anggota Kodim 0409 Rejang Lebong. Bersama petani

Kopral Satu (Koptu) Isnan, anggota Kodim 0409 Rejang Lebong. Bersama petani

kupasbengkulu.com, Lebong – Dedikasi prajurit yang berpangkat kopral satu (Koptu) ini memang tidak diragukan lagi. Adalah Koptu Isnan, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sungai Lisai selalu senantiasa, merelakan waktunya untuk membantu membangun Desa Sungai Lisai terutama di sektor pertanian.

(berita sebelumnya: Kisah Dedikasi Prajurit Membangun Desa Terpencil)

Setahun yang lalu, sejak ia pertama ditugaskan di Desa ini banyak hal yang ia dapat dari Desa yang berpenduduk lebih kurang 60 KK ini. Dari sini ia terketuk hatinya untuk terus membantu para petani untuk meningkatkan hasil produksinya.

Kerja kerasnya untuk menggerakkan empat kelompok tani di Desa ini akhirnya membuahkan hasil. Pada awal tahun 2015, Desa Sungai Lisai untuk pertama kalinya mendapatkan bantuan satu buah handtracktor.

Namun, perjuangannya belum sampai di sini. Handtracktor bantuan ini harus dibawa ke Desa yang berjarak lebih kurang 30 KM dari kota Muara Aman dan harus ditempuh berjalan kaki lagi dari Desa Sebelat.

Karena handtracktor terlalu berat, tidak memungkinkan untuk dipikul. Akhirnya bersama masyarakat Desa Binaannya, akhirnya alat pengolah tanah ini dihanyutkan menggunakan rakit bambu dari Sungai Sebelat hingga sampai tujuan.

Perjalanan menggunakan rakit tidak semudah yang dibayangkan. Jika arus kecil, rakit tidak dapat mengapung sempurna karena banyaknya bebatuan di sungai. Namun sebaliknya, jika arus sedang besar Koptu Isnan bersama masyarakat harus berjuang menstabilkan rakit agar tidak terbalik ketika dihantam oleh derasnya arus sungai.

Bisa dibayangkan, bagaimana perjuangan seorang prajurit yang hanya bermodal dedikasi melawan arus sungai yang ditempuh selama satu hari satu malam ini untuk membantu para petani. Walaupun bantuan handtracktor hanya satu unit, namun para petani cukup berterimakasih atas apa yang telah diperjuangkan oleh Koptu Isnan.

Tidak sampai disitu, Koptu Isnan masih bercita-cita untuk menambah satu lagi bantuan handtracktor dan mesin perontok padi atau yang disebut ‘Erek’ oleh masyarakat sekitar.

Impian prajurit ini sangat sederhana. Walaupun Desa ini masih minim perhatian dan pembangunan, ia berharap hal tersebut juga tidak dialami oleh petaninya.

Penulis : Rendra Sutanto