Abdi (51) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong terkulai lemah diatas kasurnya. Kusta menggerogoti kedua kakinya, kanan dan kirinya. Kaki kiri Abdi bahkan sudah diamputasi untuk menghentikan penyakit ini dapat terus menjalar. Penyakit itu sudah 15 tahun menetap ditubuhnya.

Abdi (51) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong terkulai lemah diatas kasurnya. Kusta menggerogoti kedua kakinya, kanan dan kirinya. Kaki kiri Abdi bahkan sudah diamputasi untuk menghentikan penyakit ini dapat terus menjalar. Penyakit itu sudah 15 tahun menetap ditubuhnya.

 

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Abdi (51) warga Desa Pahlawan, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong terkulai lemah diatas kasurnya. Kusta menggerogoti kedua kakinya, kanan dan kirinya. Kaki kiri Abdi bahkan sudah diamputasi untuk menghentikan penyakit ini dapat terus menjalar. Penyakit itu sudah 15 tahun menetap ditubuhnya.

Apa yang hendak dikata, kusta semakin ganas. Meski kaki kirinya sudah diamputasi, serangan kista malah menyerang kaki kanannya. Belum cukup sampai disitu, giliran dua tangannya ikut digerogoti.

“Sampai saat ini saya hanya bisa berbaring, berharap belas kasih tetangga dan saudara untuk bertahan hidup, juga menghidupi anak saya,” kata Abdi.

Sebelumnya, untuk biaya sekolah dan hidup anaknya, Abdi bekerja sebagai buruh proyek. Kemudian, ia mulai merasa gatal-gatal di sekitar kuku kakinya. Selanjutnya, kakinya semakin gatal dan perlahan mulai sakit.

“Tapi, saya masih bekerja, karena harus menafkahi empat orang anak saya,” kenang Abdi.

Sampai akhirnya, penyakitnya semakin parah. Perlahan, kulit kakinya terkelupas dan sakit luar biasa. Ia masih tidak begitu peduli, dan tetap bekerja. Kesialan melanda, karena istrinya meninggal dunia kemudian keadaan penyakitnya semakin parah. Puncaknya, ketika kaki kirinya terpaksa diamputasi. Untuk pengobatan, mulai dari obat medis hingga cara kampung tetap tidak bisa mengentaskan penyakit tersebut.

Anaknya Ingin Jadi Polisi

Abdi mengisahkan, sehari-harinya ia hanya makan dari pemberian tetangga atau kerabat dan keluarganya. Dari empat orang anaknya, tiga sudah berkeluarga dan seorang lagi masih duduk di kelas VI SD. Anaknya bernama Novi Saputra, punya cita-cita mulia, yakni menjadi polisi. Untuk mencapai cita-cita anaknya, ia berharap bantuan dari dermawan, yakni biaya pengobatan dan kaki palsu.

“Agar saya bisa bekerja dan memenuhi kebutuhan hidup kami, juga mewujudkan cita-cita anak saya, menjadi anggota Polri,” tutup Abdi.

Penulis : Adhyra Irianto