Bupati Bengkulu Selatan pantau pertanian kabupaten.

Bupati Bengkulu Selatan pantau pertanian kabupaten.

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com– Kecamatan Seginim terpilih menjadi tempat pembangunan pusat pertanian terpadu untuk wilayah Provinsi Bengkulu.

Skala uji coba integrasi ini menggunakan lahan seluas 200 Hektar, terletak di hamparan sawah Jabau, Desa Muara Danau, Rabu (23/03/2016).

Dalam memenuhi permintaan pemerintah pusat untuk swasembada pangan Nasional 2020, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan yang di pimpin Bupati H Dirwan Mahmud dengan jajarannya, terus mengupayakan innovasi dan integrasi sistem pertanian dan peternakan tepat guna, yang akan di terapkan di masyarakat.

Wilayah pusat perhatian integrasi pertanian yang dipilih, kecamatan Seginim, karena wilayah ini sangat mendukung untuk integrasi pertanian dan peternakan. Dalam mengembangkan integrasi pertanian peternakan ini, pemerintah Bengkulu Selatan dibantu oleh para peneliti dari lulusan terbaik UGM dan IPB.

Marhen Harjono, S.Pt M.Sc dan Qomariah Hasana S.Si M.Si, alumnus UGM dan IPB, bekerjasama dengan Pemda Bengkulu Selatan, serta di dukung oleh Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. Saat ini sedang mengembangkan integrasi pertanian dan peternakan di Desa Muara Danau Seginim.

“Komoditi yang dipilih untuk peternakan adalah ayam petelur, sedangkan pertaniannya adalah padi dan jagung. Dengan adanya ayam petelur ini, otomatis kebutuhan bahan pakan seperti dedak, jagung, tepung ikan, tepung daun, tepung keong mas akan meningkat drastis harganya ” jelas Marhen Harjono.

Ditambahkan Qomaria Hasna, “Dengan adanya industri peternakan ayam petelur, maka pendapatan masyarakat Bengkulu Selatan akan bertambah, karena muncul industri-industri kecil, seperti pengelolahan tepung Keong Mas, tepung daun dan harga-harga komoditi pertanian seperi jagung dan dedak dan bahan lainnya”, jelasnya.

Kedepan, Tahun 2017, wilayah ini bebas dari bahan kimia dan full bahan organik. Seginim akan menjadi pusat percontohan pertanian terpadu berbasis organik.(ade)