Gubernur Ridwan Mukti

Gubernur Ridwan Mukti

kupasbengkulu. com – Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, mengungkapkan mulai saat ini semua stigma negatif atau anggapan-anggapan tak benar tentang Bengkulu harus dienyahkan. Pasalnya selama ini menurut gubernur hal tersebut justru membuat Bengkulu semakin sulit berkembang.

“Salah satu penyebab investasi sulit masuk ke Bengkulu adalah karena daerah Bengkulu yang rawan gempa ini dianggap tak layak untuk dibangun gedung-gedung megah. Mereka jadi ragu berinvestasi, padahal apa bedanya dengan Korea dan Jepang yang sering gempa dan tsunami, tapi gedung-gedung pencakar langit tetap dibangun dan berdiri kokoh di sana,” ujar gubernur dalam acara serah terima Mobile Training Unit (MTU) dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu, Senin (04/04/2016).

Menurutnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus mampu menjawab tantangan ini untuk membalikkan opini negatif menjadi positif. Berbagai teknologi konstruksi dan ilmu pengetahuan sudah mampu dikembangkan untuk menjawab dan mengklarifikasi stigma negatif, mulai dari teknologi anti gempa, tsunami, angin kencang, dan bencana lainnya.

Kemudian terkait kualitas konstruksi bangunan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, gubernur mengatakan seluruh pekerja konstruksi sudah harus dibekali dengan keterampilan teknis yang sudah bersertifikasi. Tentu ini juga merupakan antisipasi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di mana ahli-ahli sipil dari negara ASEAN akan masuk dan bekerja di Indonesia termasuk Bengkulu.

“Mereka (pekerja asing) akan bekerja di tempat kita bahkan sanggup dibayar lebih murah dibanding insinyur sipil kita.Ini harus diantisipasi dengan sertifikasi dengan demikian hanya yang bersertifikat saja yang bisa bekerja. Apabila tidak, meskipun lebih terampil tidak boleh melaksanakan tugas konstruksi. Ini langkah maju persiapan ke depan,” pungkasnya. (val)