dua nasabah bank Mandiri diduga  menjadi phising

dua nasabah bank Mandiri diduga menjadi phising

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Nasabah Bank Mandiri Firdaus yang secara mendadak di rekenignya terdapat uang Rp 100 triliun lalu menguras uang tabungannya sebsar Rp 49 juta mengaku pihak Bank Mandiri tak saja menyalahkan nasabah sebagai korban phising.

Sebelumnya dikutip dari kompas.com Corporate Secretary Bank Mandiri, Rohan Hafas menyebutkan bahwa tindakan pencurian data nasabah atau yang dikenal dengan istilah phishing yang menimpa Firdaus diakibatkan oleh virus yang disebar di komputer.

“Saya sudah lama menjadi nasabah setia Bank Mandiri untuk berbisnis kalau saya dituduh korban phising, komputer saya bervirus dan malware, apakah Mandiri juga mengevaluasi kemanan internal servernya?” kata Firdaus, Selasa (11/8/2015).

Ia membantah jika alasan malware atau virus menyebabkan data rahasianya dicuri karena perangkat komputernya dilindungi antivirus berbayar.

“Saya gunakan antivirus berbayar kapersky Rp 700 ribu saya beli dan selalu diperbarui,” ujarnya.

Ia juga mengisahkan memiliki rekan bisnis yang sama menjadi korban phising di sebuah bank milik pemerintah, namun pihak bank bertanggungjawab mengganti uang yang hilang.

“Teman saya itu jelas ia mengakui korban phising karena ia mengikuti arahan sinkronisasi token yang tak biasa diminta bank, namun meski ia mengakui ia menjadi korban phising bank masih bertanggungjawab mengganti uang yang hilang, lah saya, pihak bank tak pernah menemui saya hanya memberikan dua buah surat berisikan saya korban phising,
keluhnya.(kps)