M. Gunadi Mursalin_resized

Anggota DPRD Lebong, M. Gunadi Mursalin

 Lebong, kupasbengkulu.com – Masih minimnya benda sejarah koleksi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong hingga saat ini berdampak pada sulitnya membuktikan atau menceritakan peradaban Lebong pada masa lampau. Karena benda sejarah tersebut dapat menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat Lebong yang konon kaya akan hasil alamnya terutama hasil tambang.

Namun karena minimnya koleksi benda sejarah, Lebong kesulitan untuk membuktikan cerita zaman keemasan Lebong pada saat itu. Untuk itu, perlu menjadi perhatian serius bagi Pemkab Lebong agar kekayaan budaya dan alam Kabupaten Lebong tidak tinggal menjadi nama.

Anggota DPRD Lebong, M. Gunadi Mursalin menyarankan, kepada Pemda melalui dinas terkait untuk membentuk tim investigasi. Fungsinya sebagai pencari benda sejarah baik itu sebelum era penjajahan maupun setelah itu. Karena diperkirakan masih banyak peninggalan sejarah di Lebong yang belum terkuak.

“Memang ada usulan dari Disparbudhub, namun usulan itu untuk membeli benda sejarah dari tangan masyarakat. Karena kita tahu unsur mistis benda-benda tersebut masih sangat tinggi dimasyarakat, jadi usulan tersebut tidak dapat direalisasikan. Lebih baik bentuk tim investigasi sejarah,” jelas Gunadi.

Gunadi juga menceritakan jika dirinya sering mendapat laporan dari masyarakat yang bekerja sebagai pencari kayu gaharu di hutan bahwa mereka sering menemukan benda-benda yang digunakan masyarakat sehari-hari.

“Saya sering mendengar cerita dari masyarakat pencari kayu maupun yang berkebun di dalam hutan, mereka banyak menemukan benda peninggalan masyarakat dahulu seperti mesin jahit di dalam hutan. Dikarenakan tujuan mereka masuk ke hutan itu karena mencari kayu, jadi benda-benda itu tidak dibawa. Nah, untuk itu tim investigasi ini dirasa perlu dibentuk untuk menyelidiki lebih lanjut tenuan-temuan seperti itu,” demikian Gunadi.(spi)