kupasbengkulu.com – Realisasi luas tanam kedelai tahun 2015 (Masa Tanam 2014/ 2015 dan Masa Tanam 2015) diketahui seluas 4.011 ha, dari target sasaran luas tanam 9.828 ha atau sekitar 40,81 persen.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu, Evarini, mengatakan pada Masa Tanam 2014/ 2015 yang mencapai target bahkan lebih yakni Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 800 persen, sedangkan pada Masa Tanam 2015 kabupaten yang mencapai target bahkan lebih adalah Kabupaten Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, dan Kepahiang.

“Bengkulu berpotensi untuk swasembada kedelai. Dilihat dari kondisi lahan terbilang cocok, tinggal lagi mengelola teknologi dan penggunaan benih unggul,” ujar Evarini, Senin (02/11/2015).

Dia mengatakan sebelumnya hasil produksi kedelai sekitar 1,3 ton per ha, kemudian saat masa panen raya mengalami peningkatan hingga 3 ton per ha. Hanya saja saat ini kedelai hanya ditanam di tiga kabupaten, yakni Seluma, Kepahiang, dan Bengkulu Utara.

“Luas panen kedelai berdasarkan Aram (Angka Ramalan) II tahun 2015 seluas 4.702 ha dengan produktivitas sebesar 11,90 KU/ ha dan produksi sebesar 5.598 ton biji kering. Sedangkan Angka Tetap (Atap) 2014 luas panen 5.375 ha dengan produktivitas sebesar 10,63 KU/ ha dan produksi sebesar 5.715 ton biji kering,” jelasnya.

Dia melanjutkan, bila dibandingkan dengan Atap 2014, memang menunjukkan penurunan sebesar 59,88 persen dan produksi turun sebesar 56,12 persen. Penurunan luas panen disebabkan karena musim kemarau panjang. Namun terjadi peningkatan produktivitas sebesar 9,37 persen karena penggunaan benih unggul bermutu.

“Selama musim kemarau petani melakukan tunda tanam. Kedelai ini termasuk tanaman manja, artinya harus benar-benar diperhatikan pupuk, air, jarak tanam, pestisida, dan lain-lain. Kalau ini rutin dilakukan, kita bisa swasembada kedelai,” pungkasnya. (val)