bobok bareng mesum

Pasangan bukan muhrim diamankan warga Kabupaten Bengkulu Selatan.

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Bila malam malam minggu tiba, Anak muda mengatur rencana, Pacar yang mana, Yang mana mana giliran jumpa, Bila malam malam minggu tiba, Anak muda mengatur rencana, Wakuncar waktu kunjung pacar, Wakuncar cari cari pacar… itulah sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi dangdut Camelia Malik ‘Wakuncar’, yang
menggambarkan sosok pasangan muda-mudi di Kabupaten Bengkulu Selatan ini.

Pasalnya, warga Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu, Minggu (14/12/2014) sekitar pukul 01.06 WIB. Menggerebek pasangan bukan muhrim, sebut saja Madu_bukan nama sebenarnya dan Oleng_bukan nama sebenarnya, yang diduga tengah ‘Bobok Bareng’.

Data terhimpun di lapangan, Sabtu (13/12/2014) malam yang merupakan malam panjang atau waktu kunjung pacar ‘wakuncar’, dimanfaatkan kedua pasangan ini untuk memadu cinta.

Kedua pasangan ini yang diketahui masih berstatus pelajar dan mahasiswa disalah satu Perguruan Tinggi (PT) swasta ini, mulanya Oleng mengapel Madu dengan mendatangi kediaman sang kekasihnya tersebut, sekitar pukul 20.31 WIB.

Pada kesempatan itu, keduanya larut dalam obrolan, malam pun semakin larut. Namun, oleng tidak kunjung keluar dari kediaman Madu. Terkait hal tersebut, sebagian warga yang sempat melihat kedatangan Oleng ke rumah madu merasa curiga. Ditambah lagi, pintu rumah Madu dalam keadaan tertutup rapat.

Tidak ingin desanya ternodai, atas ulah kedua pasangan bukan muhrim itu. Warga setempat mengintai pasangan ini didalam rumah, yang mana sebelumnya telah melaporkan ke Ketua RT setempat.

Seketika itu, Ketua RT setempat bersama warga langsung menggerebek kediaman Madu, yang saat itu orangtuanya tengah pergi ke kebun. Saat digerebek, keduanya kaget dan kasak kusuk atas kedatangan belasan warga. Selain itu, saat digerebek Madu dan Oleng pun sedikit lama membuka pintu.

Sayangnya, saat keduanya membukakan pintu, Ketua RT setempat bersama warga mendapati keduanya sudah berpakaian lengkap. Meskipun demikian, keduanya tetap digiring ke rumah Ketua RT guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setelah diberi pengarahan dan penjelasan dari Ketua setempat. Keduanya diserahkan kepada orang tua Oleng, yang saat itu orangtua Oleng diminta hadir di rumah Ketua RT.

”Karena waktu sudah lewat dari tengah malam, dia (Oleng,red) tidak keluar juga dari rumah pacarnya (Madu,red) makanya kami gerebek. Mereka diduga ‘tidur bareng’. Kejadian ini bukan satu kali ini saja dilakukan tapi lebih dari itu,” kata Ketua setempat, Joharman, Minggu (14/12/2014), kepada kupasbengkulu.com.(tom)