Redo

kupasbengkulu.com, kota bengkulu – Malang nasib Redo, seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dari pasangan Juniarti dan Rizen yang lahir pada Sabtu (01/08/2015) lalu, pasalnya dirinya yang baru lahir tiga hari lalu ini harus terlahir tanpa memiliki dinding perut.

Rizen (21) sang ayah menjelaskan kronologis kelahiran putra kedua yang lahir pada Sabtu siang tersebut, bahwa dirinya beserta istri sama sekali tidak memiliki firasat apa-apa sebelum kelahiran Redo, saat itu dirinya yang tengah panik menjelang kelahiran tersebut kaget setelah diberitahu oleh bidan yang menyambut kelahiran anaknya tersebut.

“Tidak ada firasat apa-apa, ya seperti biasa tapi ya memang panik kan waktu itu namanya juga istri mau melahirkan,” kata Rizen

Redo yang terlahir dengan berat 2,5 Kilogram tersebut, saat ini masih mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit M. Yunus Bengkulu namun, berdasarkan penjelasan sang ayah, pihak rumah sakit belum dapat melakukaan tindakan medis seperti operasi dan sebagainya lantaran belum memiliki alat kelangkapan medis yang memadai sehingga akan dirujuk ke Rumah Sakit di Palembang.

Sementara itu, Rizen juga keluhkan biaya rumah sakit yang akan ditanggung keluarganya jika nanti berobat ke Sumatera Selatan tersebut, pasalnya diketahui biaya yang harus ditanggung mencapai ratusan juta rupiah.

Rizen yang hanya seorang petani kebun kopi tersebut sangat mengharapkan adanya bantuan dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara dan Provinsi Bengkulu guna mengobati anak keduanya tersebut.

“Kalau BPJS kami baru mengurusnya, jadi aktifnya kan empat belas hari lagi, ya sampai saat ini belum ada bantuan apa-apa yang kami terima, kami mengharapkan sekali bantuan tersebut untuk kesembuhan anak saya,” harap Rizen.(bii)