Seragam putih abu-abu dikumpulkan

Ratusan seragam sekolah putih abu-abu milik siswa di Kota Bengkulu dikumpulkan saat pengambilan nomor kelulusan.

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, ada yang berbeda. Seperti halnya di SMA Negeri 4 Kota Bengkulu. Saat pengumuman kelulusan, pemberian amplop kelulusan diambil wali murid atau orangtua siswa.

Tidak hanya itu, siswa kelas XII mesti menyerahkan satu stel seragam putih abu-abu pakaian sehari-hari kepada wali kelas, saat pengambilan nomor kelulusan. Hal tersebut salah satu langkah untuk mengantisipasi, aksi corat-coret siswa dalam merayakan kelulusan. Alhasil, ratusan seragam sekolah putih abu-abu berhasil dikumpulkan.

Antsipasi lainnya yang dilakukan dewan guru SMAN 4 Kota Bengkulu, saat masuk pintu gerbang sekolah seluruh siswa kelas XII dilakukan pemeriksaan. Seperti, pemeriksaan bawah jok motor dan tas para siswa. Hal tersebut, guna mengetahui apakah siswa membawa cat pilox atau tidak.

”Baju seragam yang kita kumpulkan itu hanya dilakukan penitipan selama tiga hari. Tujuannya, agar siswa kelas XII tidak terlalu hura-hura untuk merayakan kelulusan,” kata Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bengkulu, Deni Asiah, saat ditemui Okezone, Jumat (15/5/2015).

Saat pengambilan nomor kelulusan siswa, terang Deni, dari pihak sekolah memang telah berkomitmen agar nomor kelulusan diambil secara langsung oleh wali murid atau orangtua siswa. Selain itu, kata dia, seluruh siswa kelas XII mesti mengenakan baju batik saat pengambilan nomor kelulusan.

”Yang mengambil nomor kelulusan orangtua siswa, siswa yang datang mesti mengenakan seragam batik. Langkah itu juga salah satu untuk mengatasi agar siswa tidak melakukan corat-coret baju,” jelas Deni.

Ia menambahkan, untuk seragam yang telah dikumpulkan, tiga hari kedepan boleh diambil kembali oleh siswa atau bisa disumbangkan ke adik kelas yang kurang mampu.

”Baju boleh diambil kembali setelah tiga hari nanti. Bisa juga baju yang dikumpulkan itu disumbangkan ke siswa atau adik kelas yang membutuhkan melalui pihak sekolah. Seluruh siswa kelas XII tahun ini berjumlah 280 siswa, yang secara keseluruhan lulus 100 persen,” demikian ungkap Deni.

Hal serupa juga diterapkan di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu, ratusan siswa kelas XII mesti mengumpulkan seragam putih abu-abu kepada wali kelas saat pengambilan nomor kelulusan di sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 3 Kota Bengkulu, Buhari Irhan, mengatakan, ratusan baju seragam putih abu-abu milik siswa kelas XII secara keseluruhan dikumpulkan, saat pengambilan nomor kelulusan, yang mana seragam tersebut akan disumbangkan ke siswa kurang mampu di SMAN 3 Kota Bengkulu.

”Baju seragam yang diserahkan ke kita itu, akan disumbangkan ke adik kelas siswa kelas XII. Ini salah satu antisipasi agar siswa kita (SMAN 3) tidak melakukan corat-coret baju,” pungkas Buhari.