FPRB

kupasbengkulu.com – Peran serta lembaga usaha dalam menghadapi risiko bencana ternyata amatlah penting.

Hal ini seperti diungkapkan Koordinator Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Bengkulu, Ali Akbar. Dia mengatakan tak sedikit penduduk Indonesia yang menggantungkan hidup pada lembaga usaha. Harus diakui lembaga usaha menjadi salah satu pemegang kunci dalam pengarusutamaan nilai-nilai pengurangan risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari.

“Tak bisa dipungkiri pergerakan ekonomi juga telah menyebabkan peningkatan potensi bencana akibat dari pergeseran titik keseimbangan ekologis. Fakta seperti banjir, tanah longsor, pencemaran udara dan air, serta beberapa potensi bencana harus diakui sebagai akibat dari proses eksploitasi yang dilakukan selama ini,” ujar Ali, Senin (07/03/2016).

Menurutnya di sisi lain potensi bencana alam masih belum disikapi secara purna oleh seluruh pemangku kepentingan. Lembaga usaha belum memandang tindakan pengurangan risiko bencana menjadi hal penting dan diposisikan sebagai agenda pendukung keselamatan.

“Hampir tidak ada lembaga usaha yang memiliki rambu evakuasi di wilayah mereka bekerja. Begitu juga dengan peralatan standar penyelamatan seperti jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan perangkat pendukung lainnya,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt. Sekda) Sumardi, mengatakan di tempat rawan bencana seperti Bengkulu sendiri masyarakatnya belum terlalu sadar akan bahaya yang terus mengintai. Oleh karena itu perlu adanya sosialisasi ke seluruh sektor lembaga usaha tentang risiko dan penanggulangan bencana, di mana pada lembaga usaha tersebut banyak berkumpul masyarakat.

“Masyarakat perlu terus disosialisasi. Apa kepentingan lembaga usaha dalam hal ini? Bagaimana pun juga mereka punya produk usaha. Ketika pekerja terlatih dalam kondisi bencana, mereka tidak lama absen atau berhenti kerja saat bencana karena sudah paham keamanan penanggulangan risiko bencana sehingga kondisi ekonomi kita tetap jalan,” terang Sumardi.

Ini dilakukan untuk menciptakan daerah yang tangguh bencana. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kesepakatan dengan lembaga usaha (KADIN Bengkulu), yang mana menyerukan agar:
1. Menjalankan agenda pengurangan risiko bencana guna peningkatan jaminan keselamatan;
2. Memastikan perlengkapan standar penyelamatan tersedia dan siap untuk digunakan;
3. Secara terus-menerus meningkatkan pengetahuan tentang kebencanaan sebagai modal utama dalam penyelamatan diri.

“Tanpa itu semua cerita pilu akibat korban bencana dikarenakan ketidakmampuan akan terus-menerus berulang,” tandasnya. (val)