Sebuah mobil milik seorang kepala sekolah (Kepsek) Jauhari warga Hibrida Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka menabrak tugu Momen Perjuangan Rakyat Bengkulu yang berada di bundaran Bank Indonesia sekitar pukul 12.20 WIB.

Sebuah mobil milik seorang kepala sekolah (Kepsek) Jauhari warga Hibrida Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka menabrak tugu Momen Perjuangan Rakyat Bengkulu yang berada di bundaran Bank Indonesia sekitar pukul 12.20 WIB.

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Sebuah mobil milik seorang kepala sekolah (Kepsek) Jauhari warga Hibrida Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Gading Cempaka menabrak tugu Momen Perjuangan Rakyat Bengkulu yang berada di bundaran Bank Indonesia sekitar pukul 12.20 WIB.

Diduga penyebab kecelakan tersebut karena Kepsek SDN 11 Kota Bengkulu ini mengantuk saat mengendarai mobil Toyota BD 1033 AP miliknya. sebelum kejadian tersebut ia menjaga anaknya yang sakit dalam perawatan di RS Bhayangkara Kota Bengkulu.

Setelah hendak pulang dari rumah sakit tersebut, rencannya ia hendak pergi ke Sekolah tempat dirinya bekerja. Dengan kondisi yang tidak mengizinkan, korban memaksakan diri untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Diduga karena mata sudah sayu dan hampir tak melihat jalan lagi, mobil yang datang dari arah Bhayangkara menuju Polres Bengkulu tersebut langsung menabrak tugu yang berada di bundaran Bank Indonesia.

Insiden ini menyebabkan mobil yang nyungsep tersebut, masuk ketengah tugu yang sudah dipagar dengan beton tersebut. Akibatnya, mobil tersebut mengalami, hancur di bagian depannya.

“Kejadian tadi saat ia hendak pergi ke sekolah tapi malamnya dia tidak tidur karena menjaga anaknya sakit,” kata saksi mata, Wasdi.

Walaupun tak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun diperkirakan korban mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Sementara itu, karena menabrak tugu peninggalan bersejarah dibuat hancur oleh, mobil Kepsek tersebut langsung diamankan ke mapolres bengkulu.(dex)