kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Di tengah serangan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rejang Lebong yang kian mengkhawatirkan akhir-akhir ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat justru menyatakan bahwa angka penyakit tersebut berkurang.

Hal itu dipaparkan oleh Plt Kadinkes setempat, Agung Gunawan CP, pada jurnalis kupasbengkulu.com, Senin (1/2/2016). Menurutnya, angka penderita penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aides Aigepty tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya.

“Untuk angka total dari 15 kecamatan, atau keseluruhan kabupaten memang jumlahnya menurun, dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Agung.

Sementara itu, data terbaru menyebutkan bahwa sudah sebanyak 35 orang suspect DBD di Rejang Lebong selama bulan Januari 2016. Agung menambahkan, angka suspect tidak bisa disamakan dengan angka penderita positif, sebab Suspect bisa jadi penderita penyakit lain.

Meskipun angka suspect tersebut sudah termasuk tinggi, apalagi untuk jangka waktu satu bulan. Namun, Agung menjawab bahwa kenaikan penderita DBD di Rejang Lebong hanya terjadi di tingkat kecamatan.

Dua kecamatan, yakni Curup dan Curup Tengah memang mendapat peningkatan yang cukup signifikan untuk total suspect DBD. Namun, tambah Agung, selain dua kecamatan tersebut, atau sekitar 13 kecamatan lainnya di Rejang Lebong mengalami penurunan angka yang juga cukup signifikan.

“Itulah sebabnya, ketika dikomulasi, total penderita DBD di Rejang Lebong untuk keseluruhan kami nyatakan berkurang,” lanjut Agung.

Meskipun demikian, klaim tersebut berbanding terbalik dengan jumlah fogging yang sudah dilakukan oleh Dinkes. Sepanjang tahun 2015 lalu, Dinkes sudah melakukan fogging di 159 titik diseluruh Rejang Lebong. Hasil penelitian dari Badan Tekhnologi Lingkungan tingkat Regional di Palembang menyatakan bahwa hal tersebut sudah melewati standar.

“Oleh sebab itu, kita harus menahan untuk tidak melakukan fogging terlebih dahulu, karena kalau dilakukan lagi malah berbahaya bagi kesehatan,” pungkas Agung.

Penulis: Adhyra Irianto