U

U

kupasbengkulu.com, kota bengkulu – Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, meminta kepada perusahaan sawit untuk menghentikan pos-pos pengeluaran di tingkat pabrik kepada petani yang mengakibatkan harga meningkat di tingkat petani.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan ke beberapa pabrik guna memantau harga sawit yang dikabarkan terus merosot hingga Rp 300 per kilogram.

“Kita minta perusahaan transparan terkait penetapan harga sehingga masyarakat tahu, dan juga minta ke pabrik untuk menerima sawit tidak hanya dari pengumpul mobil-mobil besar, tapi juga petani kecil sehingga tidak terlalu banyak potongan di tingkat petani,” ujar Ricky, Rabu (02/09/2015).

Diketahui ada 25 pabrik sawit se Provinsi Bengkulu. Ricky menangkis informasi yang mengatakan bahwa pabrik-pabrik tidak lagi membeli buah sawit dari petani. Malahan pabrik saat ini sedang kekurangan pasokan lantaran petani enggan memanen sawit karena harga rendah.

“Di tingkat petani harga sawit Rp 600 per kilogram, namun yang jaraknya jauh kadang dihargai hanya Rp 300 per kilogram. Sedangkan harga yang disepakati pemerintah Rp 1.060 per kilogram dengan dispensasi pengurangan hingga 5 persen, sehingga harga minimum Rp 950 per kilogram,” katanya.

Oleh karena itu pihaknya meminta agar harga sawit distabilkan sesuai dengan kesepakatan dengan pemerintah.

“Keluhan dari petani, masih ada banyak pos-pos pengeluaran di tingkat pabrik, itu mohon dihilangkan sehingga harga tidak meningkat di tingkat petani,” demikian Ricky. (val)