Syaipul Ketua RT 15 memberitahukan potasium yang ditemukan  di dekat kandang sapi milik Asmawi

Syaipul Ketua RT 15 memberitahukan potasium yang ditemukan di dekat kandang sapi milik Asmawi

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Waspada bagi para peternak sapi yang ada di Kabupaten Bengkulu Selatan. Pasalnya akhir – akhir ini marak pencurian sapi dengan cara menggunakan racun potasium.

“Subuh tadi satu ekor lagi sapi milik Asmawi (50) ditemukan mati akibat termakan potas yang dibalut dengan kulit cempedak yang berisi potasium terbungkus dengan plastic diikat dengan karet gelang,” kata ketua RT 15 Syaipul (48) saat dikonfirmasi kupasbengkulu.com dirumahnya, Senin (20/4/2015).

Lanjut Syaipul, sebelumnya pada hari Minggu, (19/4/2015) dua ekor sapi milik Sudirman (50) warga Rt 17 dan Silman (30) Rt 19 Kelurahan Ibul juga di temukan sudah mati diduga juga akibat termakan potasium pelaku.

Sementara di RT 13 Kelurahan Ibul pada hari yang sama yakni Minggu (19/4/2015), salah seorang warga sempat melihat ada beberapa orang yang menaikkan satu ekor sapi ke dalam mobil. Namun warga RT 13 itu tidak berani melapor saat kejadian tersebut.

“Kejadian itu juga pada subuh hari,” ungkap ketua Rt 15 Kelurahan Ibul Syaipul.

Diperkirakan pelaku beraksi sudah lewat tengah malam. Sebab kata Syaipul, sekitar pukul 01.15 Wib dinihari Senin, (20/4/2015) tadi malam itu dirinya bersama warga RT 15 sempat melakukan ronda malam. Namun sekitar pukul 02.15 Wib warga kembali pulang kerumah masing – masing.

“Karena merasa aman, warga yang ronda itu tidak sampai pagi. Baru tadi pagi itu sekitar pukul 5.31 Wib ada warga saya yaitu Asmawi melapor kalau sapinya mati termakan potasium dengan mulut mengeluarkan busa. Sapi milik Asmawi ini sempat disembelih dan terpaksa dijual dengan harga murah. Di dekat kandang sapinya itulah di temukan sebongkah potasium yang dibalut dengan kulit cempedak tesebut. Sementara sapi milik Sudirman dan Silman tidak sempat di sembelih dan dikubur oleh pemiliknya. Korban masing – masing mengalami kerugian berkisar Rp 7 juta, ” terang Syaipul.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis, melalui Kasat Reskrim Iptu Risqi Akbar mengimbau kepada pemilik ternak untuk selalu waspada.

“Kepada pemilik ternak, untuk mengandangkan ternaknya dan kembali aktifkan ronda malamnya. Apabila ada menemukan orang yang dicurigai cepat laporkan kepada ketua RT atau ke pihak kepolisian Polres Bengkulu Selatan,” demikian imbau Risqi. (tom)