Pengemis di Simpang Empat Padang Harapan, Kota Bengkulu

Pengemis di Simpang Empat Padang Harapan, Kota Bengkulu

kupasbengkulu.com – Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Sudarto Widyo Seputro, mengungkapkan pihaknya telah berupaya melakukan penertiban dan pembinaan terhadap sejumlah gelandangan dan pengemis yang kerap beroperasi di jalan poros maupun pusat keramaian. Namun tampaknya penghasilan dari mengemis dinilai lebih menjanjikan dibanding harus berdagang atau menjalankan usaha lainnya, sehingga para gelandangan dan pengemis tersebut kembali lagi menjadi pengemis.

Beberapa hari yang lalu, aparat keamanan kembali menangkap sejumlah gelandangan dan pengemis. Melalui pengakuan mereka, hasil yang diperoleh dari mengemis bisa mencapai Rp 100 ribu/ hari/ orang. Angka ini tentunya merupakan jumlah yang relatif besar jika ditinjau dari jenis kegiatan yang mereka lakukan.

“Kami sudah melakukan pembinaan terhadap gelandangan dan pengemis, namun mereka memang susah untuk diberantas. Penghasilan mereka yang tinggi setiap harinya dari hasil mengemis membuat mereka sulit meninggalkan kebiasaan itu,” ungkap Suarto.

Diungkapkan Sudarto, beberapa waktu yang lalu Dinas Sosial Kota Bengkulu sudah menyerahkan bantuan dan melakukan pembinaan terhadap kelompok pengemis. Melalui program Kementerian Sosial RI, KUBE (Kelompok Usaha Bersama), kelompok yang terdiri dari minimal sepuluh orang ini diberikan bantuan sebesar Rp 10 juta dalam bentuk barang dan perlengkapan, yang akan digunakan sebagai modal usaha.

“Ini sudah masuk tahap persiapan. Kelompok pengemis tersebut akan membuka usaha dagang, seperti mie pangsit, bakso, gorengan, kue, dan juga budidaya lele,” tambahnya.

“Kami juga sudah mengembalikan sejumlah anak punk yang sering mengamen di Simpang Lima. Mereka adalah kelompok yang berasal dari Lampung dan Palembang. Saat ini yang agak kerepotan adalah menangani pengemis yang tuna netra. Karena agak sulit mencari jenis pekerjaan bagi mereka agar tidak mengemis lagi,” demikian Suarto. (val)