Jenazah peserta suluk asal Banyuasin Sumsel

Jenazah peserta suluk asal Banyuasin Sumsel

KUPASBENGKULU.com, REJANG LEBONG – Peserta suluk Tarekat naqsabandiyah Rejang Lebong kembali meninggal dunia. Kali ini, Muhammad (40) warga Kabupaten Musibanyuasin Provinsi Sumatera Selatan yang meninggal di RSUD Curup lantaran dehidrasi dan keletihan. Korban dibawa ke Intalasi Gawat Darurat RSUD Curup hari Senin (29/6/2015) sekitar pukul 01.00 WIB karena kondisinya sangat lemah.

“Almarhum kemudian dirawat hingga siang, namun kondisinya semakin kritis, lalu ia akhirnya meninggal,” ungkap rekan korban sesama jemaah, Zaidi (42).

Zaidi menambahkan, korban pada hari Minggu (28/6/2015) masih sempat ikut shalat Magribh dan Isya. Namun setelah itu, kondisi tubuhnya terus melemah. Akhirnya, setelah ditemukan dalam kondisi lemah dalam kelambunya, almarhum kemudian dilarikan ke RSUD Curup.

“Namun, bukannya membaik, kondisinya malah justru menurun, sampai akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada siang ini (29/6/2015),”tambah Zaidi.

Sementara itu, Kepala Ruang ICU RSUD Curup, Mukhlis Anshori menyatakan bahwa korban dilarikan sejak dini hari. Saat itu, kondisi korban sudah sangat lemah. Dugaan sementara, penyebabnya adalah dehidrasi berat ditambah dengan shock. Hal itu membuat kondisi tubuhnya semakin melemah.

“Dugaan kami adalalah dehidrasi berat, ditambah shock,” pungkas Mukhlis.

Data terhimpun, hingga saat ini sudah ada tiga orang yang menjadi korban meninggal dalam proses ibadah Khalwat Fujiwat atau suluk Tarekat Naqsabandiyah ini. Antara lain, Roni Aziz, warga Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, Serda Alimudin asal Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Muhammad yang meninggal hari ini (29/6/2015) berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.(vai)