gubbbb

Gubernur Bengkulu berfoto Bersama

Kota Bengkulu, kupasbengkulu.com – Gubernur Bengkulu, Junaidi Hamsyah, dalam acara pengukuhan pengurus Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) Provinsi Bengkulu, mengungkapkan organisasi seperti ini sangat penting untuk mencegah perpecahan antar umat seagama dan antar agama.

Meskipun sudah ada Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), BKSAG Provinsi Bengkulu dipandang sebagai perpanjangan tangan dari pusat ke daerah, sehingga diharapkan bisa berkontribusi untuk membangun Provinsi Bengkulu.

“Saya kira ini cukup positif. Bukan hanya kerukunan antar umat beragama saja yang harus kita jaga, terlebih sesama umat kita seagama agar semakin rukun,” kata Junaidi, Senin (15/12/2014).

Junaidi menyampaikan, bagaimana Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini sedang gencar-gencarnya membangun untuk mengejar ketertinggalan dengan Provinsi lain. Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu menjanjikan pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau akan selesai di tahun 2015.

Saat ini juga akses penerbangan melalui maskapai Garuda sudah bertambah menjadi dua kali sehari, sehingga akses ke luar daerah menjadi lebih mudah. Tidak hanya itu, Junaidi menyebutkan, dengan adanya penerbangan Susi Air ke Pulau Enggano, masyarakat tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh selama 14 jam untuk berlibur ke Pulau tersebut.

(Baca juga : Dua Kali Seminggu, Susi Air Terbangi Langit Enggano)

“Ada beberapa hal yang bisa membuat sebuah daerah menjadi maju, antara lain bersatu, punya keinginan keras, dan terbukanya akses ke luar daerah. Ini yang harus kita maksimalkan, masyarakat kita sudah bersatu dan punya keinginan keras, tinggal aksesnya lagi yang harus dibenahi,” katanya lagi.

“yang menjadi masalah masyarakat kita seringkali berfikiran negatif, ketika ada orang berkembang langsung curiga, punya konsep malah diremehkan. Pola pikir masyarakat juga harus diperbaiki,” lanjut Junaidi.

Tidak hanya itu, Junaidi kembali menekankan terkait ucapan selamat natal agar tidak terus menjadi permasalahan di masyarakat.

“Agama itu masalah keyakinan, jadi tak masalah mengucapkan selamat natal. Yang penting hati kita, ketika kita mengucapkan selamat natal kan belum tentu kita serta merta pindah kepercayaan. Ini bagian dari rasa toleransi dan saling menghargai antar umat beragama,” demikian Junaidi.(val)