Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd.

Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd.

kupasbengkulu.com- Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd, merasa kecewa dan menuding pemerintah pusat setengah hati soal pembangunan pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu saat ini. Padahal, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan jika pelurusan jalan ini bisa dilakukan.

Dijelaskan Gubernur, persoalan ini telah disampaikan saat Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2015, di Jakarta beberapa waktu yang lalu. Setidaknya, kata Gubernur, jika dianggarkan secara bertahap oleh pemerintah pusat soal pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau ini bisa teratasi.

“Kalau dianggarkan secara bertahap senilai Rp 200 miliar bisa mengatasi kerusakan jalan Bengkulu-Kepahiang,” tambah Junaidi, Selasa (06/05/2014).

Lanjut Gubernur, anggaran untuk pelurusan jalan Bengkulu-Lubuk Linggau ini hingga tuntas membutuhkan anggaran senilai Rp 600 miliar. Dan ini bisa memperpendek waktu tempuh 5 kabupaten tetangga yang ingin ke Bengkulu.

“Ini memang kita prioritaskan, setidaknya 5 kabupaten, seperti Musi Rawas, Empat Lawang, Muaro Bungo, Lahat tetangga tadi bisa mengangkut hasil perkebunan dan yang lainnya melalui pelabuhan Bengkulu, selain pergi berwisata. Karena waktu tempuh dari Lubuk Linggau ke Bengkulu hanya sekitar 2 jam,” kata dia.

Kondisinya sekarang, pelebaran jalan Bengkulu Kepahiang telah dilakukan, dan memang diakuinya pemotongan tebing yang dilakukan masih membahayakan bagi pengguna jalan jika terjadi longsor.

“Tebing yang sekarang kondisinya masih tegak, setidaknya agak sedikit landai atau diberi pelapis tebing supaya jika longsor tidak menimbun pengendara yang melintas. Ini karena kita mementingkan untuk lebar jalan terlebih,” kata Gubernur.

Sementara itu, agar jalan Bengkulu-Kepahiang nyaman dilalui oleh pengendara konsep pembangunan jalan menggunakan pola 2 7 2, yaitu dengan lebar badan jalan 7 meter dan bahu kiri kanan jalan dengan lebar 2 meter.

“Tinggal kita negosiasi dengan DPR RI yang baru. Ini perjuangan berat, mudah-mudahan ada wakil kita yang duduk di Komisi V. Kalau sekarang ada Syahfan Badri Sampurno, yang memperjuangkannya, termasuk juga soal ring road,” tandasnya.(coy)