Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, Mahfud MD, Budi Waseso dan Wagub, Rohidin Mersyah saat mengunjungi Benteng Marlborough

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, Mahfud MD, Budi Waseso dan Wagub, Rohidin Mersyah saat mengunjungi Benteng Marlborough

kupasbengkulu.com – Fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia terjadi pada tanggal 9 Maret 2016. Fenomena ini dapat disaksikan di beberapa daerah seperti Palembang, Bangka, Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, Halmahera, termasuk Bengkulu.

Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena GMT ini di Bengkulu terjadi pada pukul 06.19 WIB, di mana Bengkulu merupakan titik nol (0) dari fenomena ini.

“Saat acara Rakor Kementerian Desa beberapa waktu lalu, pak JK (Wapres Jusuf Kalla), menyampaikan di Bengkulu menurut BMKG adalah yang pertama, titik nol GMT. Kalau di Palembang pukul 06.20 WIB, Babel 06.21 WIB, di Bengkulu 06.19 WIB,” ujar gubernur.

Untuk itu, dalam beberapa waktu terakhir Pemerintah Provinsi Bengkulu mempersiapkan sejumlah acara guna memeriahkan fenomena GMT, yang mana acara akan dipusatkan di Benteng Fort Marlborough Kota Bengkulu.

“Acara akan kita pusatkan di Fort Marlborough. Banyak agenda yang disiapkan, seperti salat gerhana, hiburan, lomba foto, teknologi, dan lain sebagainya,” katanya.

Fort Marlborough dipilih karena selain merupakan ikon dari Provinsi Bengkulu, benteng peninggalan Inggris ini memiliki nilai historis yang tinggi.

“Pengkonsumsi paling besar mengenai Gerhana Matahari ini adalah orang-orang Eropa. Benteng ini sangat berhubungan dengan Eropa, sehingga kita berharap mereka juga tertarik untuk ikut datang menyaksikan di Bengkulu,” terang gubernur.

Diketahui, GMT akan terjadi lebih awal di wilayah barat Indonesia. Hal ini menuai banyak pertanyaan karena lazimnya matahari terbit dari timur. Pada saat pagi terjadi GMT, bulan akan bergeser menghalangi cahaya matahari. Pergerakan bulan dalam mengitari matahari terjadi dari arah barat menuju timur sehingga GMT akan terjadi dari arah barat hingga ke lautan Hindia, lalu melintasi 12 provinsi yang berada di wilayah Indonesia dan kemudian berakhir di Samudera Pasifik.

GMT di Indonesia Barat terjadi sekitar pukul 06.19 hingga 08.50 WIB, Indonesia Tengah pukul 07.30 hingga 10.00 WITA, dan Indonesia Timur 08.40 hingga 11.10 WIT. (val)