Software rejang
Rejang Lebong, kupasbengkulu.com – Beredar wacana bahwa huruf khas Rejang Lebong, aksara Kaganga atau Rikung akan bertambah abjadnya. Penyebabnya, karena ada beberapa huruf latin yang tidak terakomodir dengan huruf Kaganga.

Padahal, untuk kembali mempromosikan huruf Kaganga dan memasukkannya ke dalam kurikulum pendidikan, akan sangat sulit sekali diaplikasikan apabila terjadi keterbatasan seperti itu.

Asisten II Sekretaraiat Daerah Kabupaten (Setdakan) Rejang Lebong Santoso menyatakan, bisa jadi kesulitan seperti itu diakomodir dengan penambahan abjad. Pasalnya, seluruh macam huruf dan bahasa di dunia ini selalu berkembang, tidak terkecuali aksara Kaganga.

Beberapa huruf latin yang tidak terakomodir dengan aksara Kaganga antara lain, Z, X, V dan F. Dengan demikian, bila menuliskan kata yang menggunakan huruf Z akan digantikan dengan S. Huruf X akan digantikan dengan K, sedangkan huruf V dan F akan digantikan dengan P.

”Coba dibayangkan kalau huruf ini digunakan untuk menulis nama orang, misalnya Zainal menjadi Sainal, Faisal menjadi Paisal dan lain-lain,” jelas Santoso.

Hal ini terkait dengan software huruf Kaganga yang sedang dikembangkannya. Agar dapat digunakan oleh khalayak ramai, terutama dalam misi mengenalkan budaya Rejang Lebong ke luar, maka hal ini harus direalisasikan.

Namun, untuk hal ini, perlu dilakukan musyawarah dengan Badan Musyawarah Adat (BMA) dan beberapa pihak terkait. Selain itu, juga perlu penelitian dan pengembangan untuk mencari bentuk huruf tambahan ini.

Bahkan, bentuk huruf kaganga sangat berciri khas dengan bentuk huruf yang sedikit miring dan terdiri dari garis-garis lurus. Menurut Santoso, ciri khas inilah yang tidak boleh hilang.

”Wacana untuk menambah huruf ini memang ada, tetapi untuk realisasinya masih perlu waktu,” pungkas Santoso. (vai)

(Baca juga : Hebat, Pria Ini Ciptakan Software Huruf Rejang di Microsoft Word)