Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Muliaman D. Hadad

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Muliaman D. Hadad

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia, Muliaman D. Hadad memberi “warning” kepada Industri Jasa Keuangan yang ada di Provinsi Bengkulu.

Hal ini terkait peran industri jasa keuangan sangatlah vital dalam peningkatan taraf perekonomian masyarakat khususnya pengembangan ekonomi kreatif serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

“mereka harus berfikir dan bekerja secara keras agar kemudian kehadiran mereka itu bisa bermanfaat dalam meningkatkan sosialisasi dan kesejahteraan masyarakat disini,” kata Muliaman saat hendak meninggalkan OJK Bengkulu pada Senin (04/04/2016)

Sementara itu dalam sambutan peresmian kantor OJK, Muliaman sangat mengharapkan peran industri jasa keuangan terutama perbankan agar dapat memberi kemudahan dalam akses keuangan kepada masyarakat.

Untuk itu, pihaknya akan menggerakkan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai) yang mana program ini nantinya akan menjadi pusat pelayanan perbankan yang ada di daerah daerah kecil seperti pedesaan tanpa harus menghadirkan kantor bank yang bersangkutan namun hanya melalui agen.

Agen Laku Pandai ini bisa diwakili oleh siapa pun, bisa outlet outlet, warung kecil, kepala desa, atau siapapun yang sekiranya dapat menjadi akses pelayanan perbankan.

“saya akan datang lagi ke Bengkulu ini tapi untuk meresmikan Laku Pandai, laku pandai ini bisa di curup atau di daerah mana, untuk bagaimana layanan lakupandai ini bisa jadi contoh saja dulu dan bisa dilihat manfaatnya untuk para pemilik kebun dan yang berada di desa desa,” demikian Muliaman. (bii)