Senin, Juni 27, 2022

Ini Rekomendasi Soal Transhippment di Pulau Tikus

Baca selanjutnya

Pulau Tikus
Pulau Tikus

kupasbengkulu.com – Rencana soal transhippment kapal pengangkut batu bara di Perairan Pulau Tikus mulai dibahas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui rapat dengan beberapa instansi terkait, di Ruang Kenanga, Senin (6/10/2014), dan menghasilkan beberapa rekomendasi.

Dijelaskan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bengkulu Sorjum, bahwa berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang dan Rencana Wilayah (RTRW) Nomor 2 Tahun 2012, memang Pulau Tikus merupakan kawasan wisata alam.

“Tapi soal kawasan perairan belum diatur, yang mengatur adalah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) melalui zonasi kawasan pesisir. Sehingga transhippment bisa dilakukan di kawasan perairan Pulau Tikus ini,” tambahnya, kepada kupasbengkulu.com.

Instansi yang mengikuti rapat, jelasnya lagi, diantaranya, Asisten II Pemprov Bengkulu, Edy Waluyo, Bappeda Provinsi, pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Dinas Perhubungan, Polda Bengkulu, Lanal Bengkulu, DKP Provinsi Bengkulu, Biro Hukum, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Biro Bangda, Balitbang, dan beberapa instansi terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, ada usulan untuk kapal yang bisa melakukan transhippment di perairan Pulau Tikus khusus kapal yang memiliki bobot diatas 3000 metrik ton. Sedangkan kapal yang dibawah 3000 metrik ton masih dapat dilakukan di kolam Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu.

Sementara itu, masukan dari pihak Polairud Polda Bengkulu, transhippment ini hanya bersifat sementara, bukan permanen. Ini merujuk pola transhippment batu bara yang dilakukan oleh Pemprov Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

“Ini baru rekomendasi, masing-masing instansi akan akan memberikan rekomendasi secara tertulis. Rekomendasi ini nantinya akan diserahkan kepada Biro Hukum untuk dikaji lebih lanjut,” tutur Sorjum.

Ketika disinggung, persoalan kerusakan biota laut di perairan Pulau Tikus, akibat adanya transhippment batu bara di daerah perairan ini, Sorjum tidak mau menjawabnya.

Menurut Sorjum, terkait hal ini merupakan kewenangan pihak Balitbang Provinsi Bengkulu bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ketika kupasbengkulu.com mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Balitbang Provinsi Bengkulu, Iriansyah, belum bisa dihubungi.(coy)

Lomba Tenis Meja Polairud Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Kota Bengkulu - Lomba tenis meja yang digelar Polairud, Polda Bengkulu resmi ditutup. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-76...

Polairud Gelar Lomba Tenis Meja Sambut HUT Bhayangkara

Kupas News, Kota Bengkulu - Semarak menyambut HUT Bhayangkara ke-76 terus digelorakan jajaran Polda Bengkulu dengan menggelar berbagai kegiatan. Sabtu, 25 Juni 2022, giliran...

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

Terbaru