Agung Gunawan

kupasbengkulu.com, Rejang Lebong – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di seluruh kawasan Rejang Lebong meningkat tajam hingga bulan September 2015. Tercatat, sejak Januari 2015 sudah sebanyak 140 orang warga Rejang Lebong yang terkena penyakit ini.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa jumlah penderita DBD di Rejang Lebong mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2014.

“Tahun 2014, total hanya sebanyak 78 orang penderita DBD,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong, Agung Gunawan CP pada kupasbengkulu.com, Senin (14/9/2015).

Agung menyatakan, saat ini beberapa daerah, terutama di wilayah perkotaan Curup sedang dianalisa dimana tempat penyakit tersebut mendominasi.

Selanjutnya, setelah ditemukan, baru pihaknya akan melaksanakan penelusuran untuk menemukan jentik nyamuk atau memperhitungkan populasi nyamuk penyebab DBD tersebut.

Setelah dipastikan benar memang populasi nyamuk Aides Aigepty cukup mengkhawatirkan ditambah lagi dengan penemuan jentik nyamuk, maka langkah selanjutnya adalah fogging.

“Perlu kita tekankan, bahwa fogging hanya membunuh nyamuk untuk sementara, berarti bukan solusi terbaik untuk menghentikan penyakit DBD,” tambah Agung.

Untuk itu, tambah Agung, salah satu solusi paling baik adalah penerapan 3M, atau menguras tempat penampungan air, menimbun sampah yang bisa menampung air dan membersihkan lingkungan.

Kegiatan tersebut mulai digalakkan dari setiap Pusat Kesehatan masyarakat (Puskesmas) disetiap kecamatan.

Informasi terhimpun, siklus DBD di Rejang Lebong selalu meningkat dalam 4 tahun. Diperkirakan, tahun 2016 jumlah penderita DBD akan kembali meningkat, apabila siklus ini masih berjalan.

Terakhir, pada tahun 2012 adalah tahun dengan jumlah penderita DBD terbanyak, yakni mencapai 219 penderita.(vai)