Amin Kurnia

Amin Kurnia

bengkulu tengah, kupasbengkulu.com – Kasus yang dialami Herawati, gadis asal Kabupaten Bengkulu Tengah yang telah mengidap Leukimia selama lima tahun tanpa penanganan medis, tampaknya menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah Provinsi Bengkulu, khususnya bagi Dinas Kesehatan, untuk lebih mengoptimalkan pelayanan masyarakat.

Disebutkan Kadis Kesehatan Provinsi Bengkulu, Amin Kurnia, Dinas Kesehatan sudah memiliki sistem kewaspadaan dini, tidak hanya untuk penyakit kronis seperti kanker, tapi juga gizi buruk dan berbagai penyakit menular lainnya.

“Sebetulnya di tiap Puskesmas sudah ada petugas surveilans, yakni petugas khusus untuk mengamati keadaan penyakit warga sekitar. Sehingga kita sudah mempunyai sistem jaringan yang melapor dari kabupaten ke provinsi,” ungkap Amin, Kamis (23/10/2014).

Ada beberapa hal yang memungkinkan masyarakat di daerah terpencil sulit terjangkau bantuan kesehatan.

Menurut Amin, kemungkinan besar masyarakat kurang mendapatkan informasi terkait program-program pemerintah.

Selain itu, ada ketakutan dari masyarakat akan biaya kesehatan yang mahal sehingga lebih memilih pengobatan alternatif yang dinilai lebih ringkas dan hemat biaya.

“Banyak kemungkinan memang, selain ketakutan itu, masyarakat juga kerap menyepelekan penyakit. Akhirnya karena tidak diperiksa, tidak tahu kalau penyakit itu kronis,” kata Amin lagi.

Oleh karena itu Amin mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera mengecek kesehatan di puskesmas. Melalui rujukkan berjenjang, nantinya penyakit yang parah akan dirujuk ke rumah sakit kabupaten, provinsi, dan pusat, yang dananya ditanggung BPJS.

“BPJS akan menanggung biaya kesehatan sampai tuntas. Mohon untuk ke depan agar segera cepat melapor apabila ada yang sakit. Terlebih di zaman yang semakin canggih ini kita bisa menggunakan sarana komunikasi, melalui telpon, SMS, BBM, atau yang lainnya. Tidak perlu ragu karena akan segera direspon,” pungkas Amin.(val)