Tampak sampah yang berseakan di lokasi Objek wisata Pantai Jakat, Kota Bengkulu, dan kondisi ini mengganggu kenyamanan pengunjung.

Tampak sampah yang berseakan di lokasi Objek wisata Pantai Jakat, Kota Bengkulu, dan kondisi ini mengganggu kenyamanan pengunjung.

kupasbengkulu.com – Banyaknya sampah yang menumpuk di area wisata pantai, khususnya Pantai Jakat Kota Bengkulu yang ramai dikunjungi wisatawan, tampaknya kurang mendapat perhatian pemerintah.

Namun, sangat disayangkan Dinas Pertamanan dan Kebersihan, serta Dinas Pariwisata Kota Bengkulu yang bertanggung jawab atas hal ini malah terkesan ‘saling lempar’.

Disampaikan Kadis Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu, Dameri Efendi, masalah kebersihan di lingkungan lokasi wisata seharusnya menjadi tanggung jawab dari Dinas Pariwisata Kota Bengkulu. Dinas Pertamanan dan Kebersihan sifatnya hanya membantu apabila diperlukan peralatan kebersihan yang dibutuhkan.

“Untuk wilayah pantai, itu semua wewenangnya Dinas Pariwisata. Kita sifatnya hanya membantu karena kebetulan punya alat berat untuk mengangkut sampah. Tapi semua koordinasinya ada pada Dinas Pariwisata Kota,” ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu, Marjon, menilai segala yang berhubungan dengan kebersihan di Kota Bengkulu sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Bengkulu.

“Masalah kebersihan ini sudah selalu kita rapatkan dan koordinasikan. Mau lokasinya di jalan atau tempat wisata, tugas mereka (Dinas Pertamanan dan Kebersihan-red) yang bertanggung jawab. Karena dari Dinas Pariwisata tidak punya alat pengangkut sampah itu,” kata Marjon.

“Tugas Pariwisata itu wewenangnya pada bagian pemasaran dan ekspos pariwisata. Kita kan kerja sesuai Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) masing-masing. Jadi jangan asal lempar begitu,” tutup Marjon.(val)