Pisang

kupasbengkulu.com, kesehatan – Rasa tidak percaya diri karena ejakulasi dini mengusik rasa keinginan untuk konsumsi obat kuat yang beredar bebas di pasaran tanpa resep dokter. Berdasarkan kebiasaan masyarakat kebanyakan minum jamu yang diyakini bisa membantu ejakulasi dini.

Jamu yang beredar tidak semuanya aman dikonsumsi dan kelegalannya masih diragukan. Salah satu contoh minuman yang sering dikonsumsi adalah campuran jamu dan telur. Secara komposisi nilai gizi, telur memiliki kandungan protein yang tinggi pada putih telurnya.

Dalam satu butir telur selaian terdapat protein juga terdapat ;Kalium, Magnesium, Kalsium,Fosfor, Tembaga, Seng, dan zat Besi. Dengan komposisi nutrisi demikian, mengonsumsi telur akan menjadi sumber energi dan mampu meningkatkan vitalitas. Tanpa harus mencampurnya dengan minuman lain, telur dapat menjadi makanan yang menambah tenaga.

Menambah tenaga bukan berarti dapat mengatasi masalah ejakulasi dini. Proses ejakulasi pada setiap individu berbeda, begitu pun kemmpuan ereksi. Proses ereksi dipengaruhi oleh respon kimiawi yang menyebabkan melebarnya pembuluh darah di sekitar penis dan meningkatkan aliran darah di pembuluh darah penis, sehingga organ erektil tersebut mengeras.

Kemampuan bertahannya bergantung pada individu. Sebagian laki-laki beranggapan jika kepuasan pasangan akan didapatkan jika mampu bertahan lama. Sehingga menimbulkan keinginan menkonsumsi obat-obat yang katanya dapat memberikan efek lama pada si jantan.

Obat yang paling sering dikonsumsi adalah pil biru viagra. Viagra awal mula nya dirancang untuk mengobati darah tinggi dan nyeri dada ini ternyata memberikan efek lain yang cukup positif, yakni dapat memperlama ereksi. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim yang berfungsi untuk menurunkan ereksi. Dengan efek demikian menimbulkan respon peningkatan konsumsi obat ini dari sebagian laki-laki.

Hanya saja, pengonsumsi obat ini tidak memperhatikan efek negatif dari obat ini. Seperti yang dilansir dari pihak Pzifer, pihak farmasi yang memiliki hak paten atas obat ini, efek samping yang dapat timbul yakni keluhan nyeri lambung, sakit kepala sampai buta warna. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan konsumsi viagra jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kemampuan membedakan warna hijau dan biru.(**)

Penulis: Tari Nasawida, Sarjana Kedokteran, Universitas Bengkulu